UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI KAMI=

Priyanto Triwitono HP. 085729041007
BlackBerry MessengerPIN BB = 25D0B466

EMAIL : priwitono@gmail.com

Jumat, 10 Januari 2014

Pelatihan Pembuatan Sale Pisang Goreng di Bambanglipuro Bantul

Belum lama ini saya berkesempatan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan sale pisang di Bambanglipuro Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Yayasan Indonesia Madani (YIM) Yogyakarta dan sasaran kegiatannya adalah Ibu-ibu di Dusun Jerukan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul Yogyakarta.
Yayasan Indonesia Madani (YIM)  adalah lembaga pemberdayaan masyarakat yang berdiri sejak Mei 2010 di Yogyakarta. Pegiat di Yayasan Indonesia Madani ini mayoritas adalah mahasiswa UGM dan lainnya dari UII, UIN dan UNY. Tujuan didirikannya yayasan ini adalah sebagai generator pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan potensi dan kualitas sumber daya manusia yang mandiri yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian masyarakat sehingga meningkatkan kapasitas, baik secara individu maupun kelompok.
Dalam pelatihan tsb dihadiri sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam  kelompok usaha "Ngudi Rejeki". Sebagian besar ibu-ibu tsb berprofesi sebagai petani, pedagang, dan ibu rumah tangga. Dengan memberdayakan kelompok ibu-ibu tsb diharapkan dapat mengasah kreativitas ibu-ibu untuk kemudian berwirausaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.
Salah satu pelatihan yang diajarkan adalah pembuatan  sale pisang. Pisang yang dipilih adalah Pisang Uter, yaitu pisang yang umumnya banyak terdapat di pedesaan dan nilai ekonomisnya rendah atau harganya murah. Pisang ini sebetulnya rasanya manis, tetapi kadang-kadang ada bijinya sehingga kurang disukai masyarakat. Oleh karena itu untuk meningkatkan nilai jualnya maka dibuat sale pisang. Sale pisang adalah produk olahan pisang yang sudah masak, bebentuk irisan tipis atau dipipihkan, dan salah satunya diolah dengan cara digoreng, sehingga disebut Sale Pisang Goreng. Sale pisang goreng tersebut bisa berbentuk pipih memanjang ataupun berbentuk roll atau gulung. Proses pembuatan sale ini sangat mudah dan dijamin dapat dikerjakan oleh ibu-ibu dimana saja berada, karena peralatannya sangat sederhana. Berikut sekilas gambaran tentang kegiatan tersebut.






Selasa, 03 September 2013

Kepedulian Untuk Orang-Orang Tercinta

Judul posting di atas, merupakan ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan para pemerhati atau relasi yang tertarik dengan alat cetak rengginang. Kenapa demikian ?.
Banyak calon customer yang menghubungi saya untuk menanyakan alat cetak rengginang ini. Mereka bermaksud membuka usaha produksi rengginang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang-orang tercinta di sekitarnya, misalnya untuk adik, untuk saudara, untuk istri tercinta, untuk suami tercinta, untuk masyarakat sekitarnya, dan sebaginya. Saya membayangkan begitu besar kepedulian mereka kepada orang-orang tercinta di sekitarnya demi kebahagiaan dan kesejahteraan yang diidam-idamkan. Sungguh mulia keinginan tersebut.



Kepada siapapun alat cetak rengginang ini nanti akan dihadiahkan atau dipersembahkan, yang jelas kehadiran alat cetak rengginang ini kami niatkan sebagai sarana pengabdian saya kepada sesama untuk turut memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah, meskipun barangkali keberadaan alat cetak rengginang ini tidak ada artinya. Saya teringat salah satu Hadits Nabi. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, Ilmu yang dimanfaatkan, atau Do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Semoga persembahan alat cetak rengginang ini dicatat Alloh sebagai bagian dari ilmu yang bermanfaat, amiin.

Selasa, 14 Mei 2013

Uji Coba Alat Cetak Unthuk Cacing , Unca atau Kue Akar Kelapa - bagian 2

Telah dikemukakan bahwa pada uji coba alat cetak Unthuk Cacing bagian 1 masih dijumpai adanya kelemahan yaitu Unthuk cacing yg dihasilkan kurang panjang seperti yang diinginkan. Seharusnya panjang kue unthuk cacing yang dinginkan sekitar 10 cm, tetapi  alat ini hanya mampu menghasilkan panjang unthuk cacing sekitar 3 cm saja. Oleh karena itu perlu disempurnakan lagi desainnya.
Pada tahap penyempurnaan ini, terpaksa harus dilakukan pembuatan desain baru. Hal ini berdasarkan tuntutan proses pada pembuatan kue Unthuk Cacing yaitu dengan menekan adonan unthuk cacing melalui suatu lubang berukuran tertentu  sehingga membentuk untaian panjang seperti unthuk cacing. Pada desain yang baru ini, adonan ditekan dengan dongkrak atau pengungkit melalui suatu lubang sehingga menghasilkan untaian panjang seperti unthuk cacing. Berikut hasil uji coba tersebut.

Kepala Cetak Stainless Steel Berlubang Dibuka

Adonan Dimasukkan Dalam Tabung

Adonan Ditekan Dengan Pengungkit / Dongkrak

Unthuk Cacing Keluar Dari Lubang Kepala Cetak

Unthuk Cacing Diambil dengan Sendok atau Centhong Plastik

Dibandingkan dengan uji coba bagian 1 , uji coba bagian ke-2 ini hasilnya lebih sempurna sesuai dengan yang diharapkan. Panjang unthuk Cacing yang dihasilkan jauh lebih panjang (bisa lebih dari 10 cm) - tergantung panjang yang dinginkan. Alat ini pada bagian yang bersentuhan langsung dengan pangan dibuat dari bahan-bahan yang aman untuk pangan, yaitu stainles steel dan plastik, sehingga para pemakai alat ini tidak perlu khawatir akan adanya pencemaran pada bahan yang diproses. Dengan demikian, desain alat pada uji coba bagian ke-2 ini nampaknya sudah sesuai dengan tuntutan proses pembuatan unthuk cacing yang seharusnya. Setelah dievaluasi segala sesuatunya, alat ini sebentar lagi siap dipasarkan untuk membantu para pengusaha kue unthuk cacing yang telah menanti-nantikan kehadiran alat ini. Demikian, semoga bermanfaat.

Uji Coba Alat Cetak Unthuk Cacing , Unca atau Kue Akar Kelapa - bagian 1

Beberapa waktu yang lalu (23 Januari 2013), saya telah memposting tulisan berjudul "Kue Unthuk Cacing & Alat Pencetaknya" . Sesuai keyakinan saya, alat pencetak rengginang yang saya desain bisa dimodifikasi sedemikian rupa untuk difungsikan sebagai alat pencetak unthuk cacing. Setelah uji coba dilakukan dan  dievaluasi lebih jauh, ternyata masih dijumpai kelemahan yaitu Unthuk cacing yg dihasilkan kurang panjang seperti yang diinginkan.Oleh karena itu sepertinya masih perlu didesain ulang dan disempurnakan lagi. Berikut adalah hasil uji coba tersebut.

Bahan-bahan Kue Unthuk Cacing

Adonan Kue Unthuk Cacing Yang Siap Dicetak

 Modifikasi Alat Pencetak Unthuk Cacing

Kepala Cetak - Stainless Steel 

Hasil Cetak Kue Unthuk Cacing - Kurang Panjang !!!

Sekali lagi, secara prinsip alat cetak rengginang inovasi ini dapat dimodifikasi menjadi alat pencetak kue unthuk cacing, sayangnya hasil yang diperoleh relatif pendek kurang sesuai dengan yang diinginkan. Seharusnya panjang kue unthuk cacing yang dinginkan sekitar 10 cm, tetapi  alat ini hanya mampu menghasilkan panjang unthuk cacing sekitar 3 cm saja. Oleh karena itu perlu disempurnakan lagi desainnya.

Rabu, 23 Januari 2013

Rengginang Cinta & Bentuk Inovasi Lainnya


Size and Shape (Bentuk dan Ukuran) merupakan salah satu atribut mutu produk pangan yang sangat penting bagi produsen maupun konsumen. Bentuk dan ukuran tersebut bagi konsumen merupakan salah satu atribut mutu yang mempengaruhi daya penerimaan untuk  menentukan keputusan membeli atau tidak suatu produk. Itulah sebabnya mengapa bagi produsen rengginang selalu membutuhkan inovasi baru dalam hal bentuk dan ukuran.
Dalam hal rengginang, selama ini kita hanya mengenal rengginang dengan bentuk standart yaitu LINGKARAN, baik bentuk Lingkaran datar / flat maupun bentuk Lingkaran Cekung. Rengginang dengan bentuk Lingkaran ini paling banyak dijumpai di pasaran, baik di Jawa maupun di luar Jawa (yang saya tahu  di Lampung, Aceh dan Samarinda). Mengingat keinginan atau selera konsumen itu berbeda-beda karena segmen pasar yang berbeda-beda, maka tidak salah jika ada konsumen yang menghendaki rengginang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dari yang ada selama ini. Pertanyaannya, bisakah kita menyediakan rengginang dengan bentuk-bentuk inovatif selain bentuk lingkaran tersebut ?.  
Berbekal pengalaman selama ini dan setelah melalui ekperimen berkali-kali, akhirnya keinginan untuk menyediakan rengginang dengan bentuk-bentuk inovatif tersebut saat ini dapat diwujudkan. Beberapa bentuk rengginang inovatif yang sudah berhasil diusahakan adalah bentuk LOVE (Rengginang Cinta), bentuk STADION (saya kesulitan mencari nama yang sesuai, karena bentuknya mirip Stadion Olahraga), bentuk OVAL (Lonjong - oval), bentuk BUJUR SANGKAR (panjang sisinya sama),  bentuk PERSEGI PANJANG, dan bentuk DONAT (bentuk ini modifikasi dari bentuk LINGKARAN). Bentuk lain seperti bentuk BINTANG sebenarnya juga dapat dibuat, tetapi hasilnya kurang memuaskan karena banyak sudut-sudutnya. Insya Alloh kedepan akan dikembangkan lagi bentuk-bentuk inovatif lainnya yang memungkinkan.
Berikut adalah bentuk-bentuk  Rengginang Inovatif yang sudah dikembangkan. Semoga dapat memenuhi harapan para calon konsumen.


Rengginang Cinta - Bentuk LOVE


Rengginang Bentuk STADION OLAH RAGA


Rengginang Bentuk OVAL - LONJONG


Rengginang Bentuk BUJUR SANGKAR


Rengginang Bentuk PERSEGI PANJANG


Rengginang Bentuk DONAT - LINGKARAN BERLUBANG


Rengginang Bentuk LINGKARAN - Bentuk Standart

Kue Unthuk Cacing & Alat Pencetaknya

Masyarakat kita ini memang paling pinter kalau memberi nama sesuatu, termasuk kue yang satu ini. Karena kue ini BENTUKNYA mirip dengan UNTHUK CACING atau rumah cacing, maka diberilah nama Kue ini "UNTHUK CACING".  Tetapi karena kata CACING dianggap menimbulkan persepsi yg "kurang baik" pada sebagian besar masyarakat, maka munculah nama-nama baru untuk menggantinya, misalnya UNCA (singkatan dari Unthuk Cacing) , Kue Akar Kelapa (karena mirip Akar Kelapa), dan mungkin masih banyak lagi lainnya.
Saya teringat kata-kata bijak bahwa "Setiap Orang adalah Guru - Sumber Ilmu & Inspirasi kita" , dan saya baru saja mendapat inspirasi dari seseorang yang menanyakan kepada saya apakah ada alat untuk membuat Kue Unthuk Cacing ?. Jujur saja, saya sudah sering mendengar kue unthuk cacing ini tetapi belum paham betul tentang kue tersebut, terutama bagaimana proses pembuatannya. Oleh karena itu saya searching di google dan dari sanalah saya dapatkan informasi-informasi penting tentang kue unthuk cacing ini, terutama dari http://rb-win.blogspot.com/ yang dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto sehingga menjadi lebih jelas. Berikut ini adalah informasinya =
Rasa camilan ini manis dan renyah mirip - mirip dengan camilan akar kelapa, bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga mudah. Mungkin kesulitannya adalah dalam hal mencari cetakan unik dari batok kelapa ini. 

Bahan dasar untuk membuat camilan ini adalah tepung ketan, telur dan gula dengan ukuran masing - masing tepung ketan 500 gram, telur 4 butir dan gula 200 gram. Tambahkan vanilla secukupnya dan garam 1/2 sendok teh. Dari sumber yang lain, resep kue unthuk ini terdiri dari 150 gr gula pasir, 600 gr tepung beras, 120 gr tepung beras ketan, 1/2 sdt soda kue, 2 butir kuning telor, 100 gr mentega, 1/2 sdt garam, 400 ml santan kental dan minyak goreng secukupnya (http://bloggerstuars.blogspot.com/2009/09/kue-unthuk-cacing-akar-kelapa.html). Secara prinsip, kedua resep tersebut sama, hanya saja pada resep kedua dilakukan sedikit modifikasi untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu yang dinginkan, misalnya ditambahkan soda kue agar mengembang dengan baik.

Proses pembuatannya adalah dengan mengocok telur dan gula hingga gula menjadi larut, tambahkan garam, vanilla dan tepung lalu uleni sampai kalis. Pada saat menguleni adonan, tambahkan air putih sedikit demi sedikit sampai didapat adonan yang pas. Jangan terlalu lembek karena pada saat dicetak bentuknya kurang menarik sebaliknya juga jangan terlalu keras karena saat mencetaknya akan memakan tenaga, yang 'sedang - sedang' saja. Pada sumber yang lain disebutkan bahwa untuk mencetak kue ini dapat digunakan alat pencetak kue sumprit, namun hasilnya seperti apa tidak ditunjukkan ilustrasi fotonya. Yang jelas, agar dihasilkan kue unthuk cacing yang baik bentuknya, sangat diperlukan alat pencetak yang memadai, sehingga prosesnya menjadi lebih mudah, tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk menekannya, terutama bagi kaum ibu yang mengerjakannya. 

Konsistensi Adonan Harus Kalis - Tidak Lembek

Butuh Tenaga Ekstra Untuk Menekan Secara Manual

Tinggal diserok dengan Sendok Untuk Selanjutnya Digoreng

Adonan yang telah dicetak langsung digoreng dengan menggunakan api yang sedang saja, adonan akan mengembang pada saat digoreng biarkan sampai berwarna kuning kecoklatan. biarkan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah tertutup.

Apakah Alat Cetak Rengginang Multiguna ini juga bisa digunakan untuk mencetak Kue Unthuk Cacing ?. Pertanyaan inilah yang harus saya jawab. Secara prinsip, alat ini dapat dimodifikasi untuk tujuan tersebut, sebab proses menekan untuk menghasilkan kue unthuk cacing menjadi lebih ringan dan mudah, terutama bagi ibu-ibu yang mengerjakannya. Keyakinan saya ini diperkuat oleh informasi Bapak Sufaat di Semarang - salah satu pengguna alat cetak rengginang yang juga memproduksi Kue Unthuk Cacing. Beliau ini melakukan sedikit modifikasi sehingga alat cetak rengginangnya dapat juga digunakan untuk mencetak kue unthuk cacing. Saya tidak tahu persis apa yang dilakukan bapak Sufaat untuk memodifikasi alatnya (karena waktu itu saya belum tahu bagaimana proses pembuatan kue unthuk cacing), namun saya bisa membayangkan bahwa mekanisme kerja yang dimanfaatkan dari alat cetak rengginang adalah mekanisme proses penekanan untuk menggantikan proses menekan secara manual. Yang harus saya lakukan sekarang hanyalah memodifikasi membuat kepala cetak sehingga alat ini mampu menghasilkan Kue Unthuk Cacing persis seperti cara tradisional yang diproduksi selama ini. 

Inilah Alat Pencetak Unthuk Cacing Hasil Modifikasi 
Alat PencetaK Rengginang

 Meskipun Belum Sesuai Dengan Yang Diharapkan, TETAPI
Alat Cetak Rengginang Terbukti Bisa Dimodifikasi 
Sebagai Alat Pencetak Unthuk Cacing

Berdasarkan hasil Uji Coba yang belum memuaskan tersebut, maka sekarang ini desain Alat Pencetak Unthuk Cacing dirubah dengan sistem hidraulik / dongkrak, dan Alhamdulillah alat tersebut berhasil diwujudkan dan diuji coba dengan hasil sangat memuaskan seperti yang diharapkan. Hasil selengkapnya bisa disimak disini. 


 Alat Pencetak Unthuk Cacing Sistem Hidraulik

Unthuk Cacing Hasil Pencetakan - Panjangnya 
Dapat Disesuaikan Dengan Yang Diharapkan

Kalau sudah ada yang lebih praktis dan lebih ringan cara mengoperasikannya, mengapa masih bertahan dengan cara tradisional yang lebih menguras tenaga ?. Ayo segera beralih ke Alat Pencetak Unthuk Cacing Sistem Hidraulik sekarang juga.  Untuk pelaku UKM Indonesia, HARGANYA cukup Rp. 2,75 juta ATAU Rp. 2.750.000 saja (khusus P. Jawa - Bali dan Lampung, SUDAH TERMASUK ongkos kirim   ; Sedangkan Untuk Luar Jawa Lainnya mohon maaf masih TAMBAH ONGKOS KIRIM lagi, sebab pengiriman dengan Cargo Udara ).

Rabu, 07 November 2012

Aneka Cara Pembuatan Sale Pisang Goreng

Ada berbagai macam Sale Pisang di Pasaran. Kalau dicermati, sale-sale pisang tersebut diproses dengan cara yang berbeda-beda. Khusus Sale Pisang Goreng yang berbentuk tipis, pada prinsipnya ada Tiga cara untuk membuatnya, yaitu =
  1. Pisang masak diiris tipis-tipis, kemudian dijemur secara tunggal. Setelah kering kemudian dibalur adonan tepung dan digoreng. Karena ukuran pisang bermacam-macam dan tidak seragam, maka cara   ini menghasilkan sale pisang yang berukuran tidak seragam.
  2. Pisang masak diiris Tipis-tipis, kemudian disusun secara berdempetan sehingga membentuk lembaran yang cukup besar. Setelah cukup kering, lembaran ini kemudian dipotong-potong dengan ukuran tertentu, selanjutnya dibalur tepung dan digoreng. Untuk membuat sale gulung, lembaran sale dipotong dengan ukuran yang lebih besar sehingga bisa digulung.
  3. Pisang tidak diiris tipis, tetapi pisang dibelah menjadi 2-4 bagian (tergantung besar kecilnya pisang).  Selanjutnya pisang digencet dengan alat pemipih yang mempunya ketebalan tertentu, kemudian pisang gencet yang tipis tersebut dijemur tunggal atau bisa juga dibuat lembaran seperti pada cara ke-2 sampai cukup kering, dibalur tepung, dan selanjutnya digoreng. Untuk mendapatkan bentuk yang lebih rapi, biasanya dilakukan pemotongan dengan gunting setelah digoreng (lihat videonya).
Cara 1 - Pisang Diiris Tipis & Dijemur Tunggal

 
Cara 2 - Pisang Diiris Tipis & Disusun Menjadi Lembaran & Dipotong Sesuai Ukuran

Cara 3 - Pisang Digencet & Dijemur Tunggal ATAU Bisa Disusun 
Menjadi Lembaran Seperti pada Cara 2

Demikianlah beberapa cara pembuatan sale pisang goreng. Menurut hemat saya, pembuatan sale pisang dengan cara diiris tipis mempunyai beberapa kelemahan yaitu ketebalan irisan pisang relatif tidak seragam, dibutuhkan ketrampilan dalam mengiris pisang tipis-tipis (tidak setiap orang mampu mengerjakannya). 
Cara yang terbaik adalah cara ke-2 dan ke-3. Kedua cara ini dapat mengolah buah pisang dengan ukuran sale pisang yang cukup lebar dan dibuat sale dengan ukuran yang dikehendaki, meskipun buah pisang yang diolah  tidak seragam sekalipun (ukuran besar dan kecil). Namun demikian apabila mengiris tipis pisang menjadi kendala yang cukup berarti, maka cara yang paling baik adalah dengan model digencet (Cara ke-3). 
Cara ini dapat mengolah semua buah pisang dengan berbagai ukuran dan dapat dikerjakan oleh siapa saja, sebab yang diperlukan adalah proses menggencet atau mengepres saja. Berdasarkan prinsip itulah Alat Pencetak Rengginang Multiguna ini dimodifikasi dan dikembangkan untuk Pengepres Sale PisangAlat ini mampu menghasilkan Sale Pisang 2 kali lebih banyak. Hal ini karena alat ini mampu menggencet atau mengepres 2 buah belahan pisang sekaligus, sehingga menghasikan 2 sale pisang sekali gencet. Selain itu, Alat ini juga didesain mampu menghasilkan Sale Gulung, sehingga dengan alat ini anda mampu menghasilkan Sale Persegi Panjang dan sale Gulung.  Seperti apa alat tersebut, kita tunggu saja kehadirannya.