UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI KAMI=

Priyanto Triwitono
Fleksi = 0274 651 2007
IM3 = 08 5868 94 2007
Simpati = 0882 1908 2007
Smartfren = 088 216 216 777

BlackBerry Messenger
rengginang007 - PIN BB =
7F938D8A

WhatssApp = rengginang007


EMAIL : rengginang007@gmail.com

Jumat, 25 Juli 2014

Rabu, 16 Juli 2014

Variasi Proses Pembuatan Rengginang di Masyarakat

Rengginang adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang dibuat dari bahan beras ketan putih atau hitam, umumnya berbentuk lingkaran dengan ukuran tertentu, berasa manis atau gurih, dan mempunyai tekstur renyah. Di berbagai wilayah di Indonesia, ada beberapa macam rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda. Perbedaan itu terutama dalam hal bumbu yang ditambahkan, variasi bentuk rengginang, dan juga variasi ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang tersebut kurang lebih relatif sama atau serupa.

Berikut adalah salah satu cara membuat rengginang beras ketan yang banyak dilakukan.

  1. Beras ketan dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa gabah ataupun sekam kalau masih ada.
  2. Selanjutnya dicuci bersih, kemudian direndam dalam air selama 3-4 jam (beberapa jenis lain bahkan sampai 12 jam atau 1 malam). Untuk lama perendaman ini sangat tergantung pada jenis beras ketan yang digunakan. Pada intinya proses perendaman ini adalah proses untuk memberi kesempatan terjadinya penetrasi air kedalam butiran beras ketan, sehingga proses pemasakan atau gelatinisasi pati nantinya berjalan dengan sempurna dan cepat.
  3. Setelah direndam, beras ketan selanjutnya ditiriskan.
  4. Proses selanjutnya beras ketan dikukus. Sampai tahap ini, ada yang dikukus 1 kali & ada yang dikukus 2 kali. Pada cara yang dikukus 2 kali, mula-mula beras ketan dikukus ½ matang kemudian ditambahkan / dicampur bumbu-bumbu (bumbu dilarutkan sedikit air agar pencampuran bumbu merata), kemudian dimasak kembali hingga matang, dan selanjutnya barulah dicetak. Pada variasi proses yang hanya dikuks 1 kali saja, beras ketan dikukus sampai ¾ matang (biasanya sekitar 45-50 menit), dan selanjutnya dicampur bumbu dan diaduk merata. Pada variasi ini tidak lagi dilakukan pengukusan lagi melainkan langsung dicetak.
  5. Proses pencetakan.  Pada umumnya pencetakan masih dilakukan secara manual dengan bantuan pola cetakan dari bambu atau potongan pipa pralon. Agar hasil cetakan rapi dan seragam ukurannya, perlu dicetak dengan alat khusus seperti Alat Cetak Rengginang Multiguna ini. Gunakan Sedikit Minyak Goreng untuk melapisi alat  cetak agar tidak lengket. Selain minyak goreng, bisa juga digunakan air, tetapi penggunaan air yang berlebihan beresiko rengginang hancur pada saat digoreng. Jadi, sebaiknya gunakan minyak goreng saja.
  6. Rengginang cetak yang dihasilkan tersebut selanjutnya dijemur hingga kering (2-4 hari), tergantung kondisi cuaca. Agar proses pengeringan lebih cepat, dapat digunakan alat pengering pada suhu sekitar 60-70 oC. Dengan alat pengering, rengginang lebih cepat kering & siap digoreng dalam waku hanya 7 jam saja. 
  7. Proses terakhir adalah penggorengan dan pengemasan. Usahakan pengemasan yang menarik, diseal atau diikat dengan rapat agar tidak mlempem, lengkapi kemasan dengan informasi-informasi penting tentang produsen dan produk sesuai dengan persyaratan PIRT.
Bahan utama : Beras Ketan (beras ketan putih atau hitam)
Bumbu : Bawang, udang, trasi, gula pasir, garam, dan lainnya. Untuk bumbu yang ditambahkan, macam dan takarannya sangat tergantung pada rasa rengginang yang diinginkan. Dalam hal ini sangat tergantung dari kreativitas dan daya inovasi kita untuk menghasilkan rasa rengginang yang khas dan enak.
Contoh variasi Rasa rengginang yang telah diproduksi di pasaran adalah Rasa bawang, trasi, udang, gula merah coklat, manis gula merah, nangka, durian, melon, dan lainnya.

Untuk memperjelas uraian diatas, ilustrasi proses pembuatan rengginang beras ketan putih dapat dilihat pada Video pada halaman website ini. Demikian juga pada proses  penggorengannya. Semoga uraian diatas cukup jelas.

Sabtu, 03 Mei 2014

Paket 3 bentuk, Cukup 3 Juta Saja

Bagi anda yang tertarik ingin membuka bisnis rengginang, mungkin sedikit berkecil hati karena merasa di pasaran sudah banyak beredar produk rengginang, sehingga seolah-olah tidak ada peluang lagi untuk mencoba berbisnis rengginang. Bila dicermati, pada umumnya rengginang yang ada di pasaran hanyalah rengginang dengan bentuk lingkaran, baik yang bentuk datar (flat) maupun yang bentuk cekung di bagian tengahnya. Kalau anda berpikir bahwa rengginang hanya berbentuk lingkaran atau bunder saja, maka ya bener saja seolah-olah tidak ada peluang lagi.
Tapi pernahkah terlintas dalam benak anda bagaimana seandainya ada rengginang dengan bentuk lain ?. Mungkinkah itu ?. Bisakah keinginan itu diwujudkan ?.
Di tengah semakin maraknya produk rengginang di masyarakat, maka tidak ada pilihan lain kecuali harus melakukan inovasi. Inovasi bentuk rengginang yang dapat dilakukan dan sangat memungkinkan adalah rengginang dengan bentuk Oval, Persegi panjang, Kubus, Donat, Stadion Olah Raga seperti berikut ini. Dan untuk mendapatkannya, cukup 3 juta saja. Anda akan mendapat 3 bentuk sesuai pilihan anda dengan 2 kepala cetak yaitu Flat dan Cekung. Itu artinya dengan 3 juta saja, anda dapat membuat 6 macam rengginang (kecuali bentuk Donat hanya Datar saja). Masih berpikir ini mahal ?.












Jumat, 10 Januari 2014

Pelatihan Pembuatan Sale Pisang Goreng di Bambanglipuro Bantul

Belum lama ini saya berkesempatan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan sale pisang di Bambanglipuro Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan oleh Yayasan Indonesia Madani (YIM) Yogyakarta dan sasaran kegiatannya adalah Ibu-ibu di Dusun Jerukan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul Yogyakarta.
Yayasan Indonesia Madani (YIM)  adalah lembaga pemberdayaan masyarakat yang berdiri sejak Mei 2010 di Yogyakarta. Pegiat di Yayasan Indonesia Madani ini mayoritas adalah mahasiswa UGM dan lainnya dari UII, UIN dan UNY. Tujuan didirikannya yayasan ini adalah sebagai generator pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan potensi dan kualitas sumber daya manusia yang mandiri yang berorientasi pada produktivitas dan kemandirian masyarakat sehingga meningkatkan kapasitas, baik secara individu maupun kelompok.
Dalam pelatihan tsb dihadiri sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam  kelompok usaha "Ngudi Rejeki". Sebagian besar ibu-ibu tsb berprofesi sebagai petani, pedagang, dan ibu rumah tangga. Dengan memberdayakan kelompok ibu-ibu tsb diharapkan dapat mengasah kreativitas ibu-ibu untuk kemudian berwirausaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga.
Salah satu pelatihan yang diajarkan adalah pembuatan  sale pisang. Pisang yang dipilih adalah Pisang Uter, yaitu pisang yang umumnya banyak terdapat di pedesaan dan nilai ekonomisnya rendah atau harganya murah. Pisang ini sebetulnya rasanya manis, tetapi kadang-kadang ada bijinya sehingga kurang disukai masyarakat. Oleh karena itu untuk meningkatkan nilai jualnya maka dibuat sale pisang. Sale pisang adalah produk olahan pisang yang sudah masak, bebentuk irisan tipis atau dipipihkan, dan salah satunya diolah dengan cara digoreng, sehingga disebut Sale Pisang Goreng. Sale pisang goreng tersebut bisa berbentuk pipih memanjang ataupun berbentuk roll atau gulung. Proses pembuatan sale ini sangat mudah dan dijamin dapat dikerjakan oleh ibu-ibu dimana saja berada, karena peralatannya sangat sederhana. Berikut sekilas gambaran tentang kegiatan tersebut.






Selasa, 03 September 2013

Kepedulian Untuk Orang-Orang Tercinta

Judul posting di atas, merupakan ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan para pemerhati atau relasi yang tertarik dengan alat cetak rengginang. Kenapa demikian ?.
Banyak calon customer yang menghubungi saya untuk menanyakan alat cetak rengginang ini. Mereka bermaksud membuka usaha produksi rengginang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang-orang tercinta di sekitarnya, misalnya untuk adik, untuk saudara, untuk istri tercinta, untuk suami tercinta, untuk masyarakat sekitarnya, dan sebaginya. Saya membayangkan begitu besar kepedulian mereka kepada orang-orang tercinta di sekitarnya demi kebahagiaan dan kesejahteraan yang diidam-idamkan. Sungguh mulia keinginan tersebut.



Kepada siapapun alat cetak rengginang ini nanti akan dihadiahkan atau dipersembahkan, yang jelas kehadiran alat cetak rengginang ini kami niatkan sebagai sarana pengabdian saya kepada sesama untuk turut memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah, meskipun barangkali keberadaan alat cetak rengginang ini tidak ada artinya. Saya teringat salah satu Hadits Nabi. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, Ilmu yang dimanfaatkan, atau Do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Semoga persembahan alat cetak rengginang ini dicatat Alloh sebagai bagian dari ilmu yang bermanfaat, amiin.

Selasa, 14 Mei 2013

Uji Coba Alat Cetak Unthuk Cacing , Unca atau Kue Akar Kelapa - bagian 2

Telah dikemukakan bahwa pada uji coba alat cetak Unthuk Cacing bagian 1 masih dijumpai adanya kelemahan yaitu Unthuk cacing yg dihasilkan kurang panjang seperti yang diinginkan. Seharusnya panjang kue unthuk cacing yang dinginkan sekitar 10 cm, tetapi  alat ini hanya mampu menghasilkan panjang unthuk cacing sekitar 3 cm saja. Oleh karena itu perlu disempurnakan lagi desainnya.
Pada tahap penyempurnaan ini, terpaksa harus dilakukan pembuatan desain baru. Hal ini berdasarkan tuntutan proses pada pembuatan kue Unthuk Cacing yaitu dengan menekan adonan unthuk cacing melalui suatu lubang berukuran tertentu  sehingga membentuk untaian panjang seperti unthuk cacing. Pada desain yang baru ini, adonan ditekan dengan dongkrak atau pengungkit melalui suatu lubang sehingga menghasilkan untaian panjang seperti unthuk cacing. Berikut hasil uji coba tersebut.

Kepala Cetak Stainless Steel Berlubang Dibuka

Adonan Dimasukkan Dalam Tabung

Adonan Ditekan Dengan Pengungkit / Dongkrak

Unthuk Cacing Keluar Dari Lubang Kepala Cetak

Unthuk Cacing Diambil dengan Sendok atau Centhong Plastik

Dibandingkan dengan uji coba bagian 1 , uji coba bagian ke-2 ini hasilnya lebih sempurna sesuai dengan yang diharapkan. Panjang unthuk Cacing yang dihasilkan jauh lebih panjang (bisa lebih dari 10 cm) - tergantung panjang yang dinginkan. Alat ini pada bagian yang bersentuhan langsung dengan pangan dibuat dari bahan-bahan yang aman untuk pangan, yaitu stainles steel dan plastik, sehingga para pemakai alat ini tidak perlu khawatir akan adanya pencemaran pada bahan yang diproses. Dengan demikian, desain alat pada uji coba bagian ke-2 ini nampaknya sudah sesuai dengan tuntutan proses pembuatan unthuk cacing yang seharusnya. Setelah dievaluasi segala sesuatunya, alat ini sebentar lagi siap dipasarkan untuk membantu para pengusaha kue unthuk cacing yang telah menanti-nantikan kehadiran alat ini. Demikian, semoga bermanfaat.

Uji Coba Alat Cetak Unthuk Cacing , Unca atau Kue Akar Kelapa - bagian 1

Beberapa waktu yang lalu (23 Januari 2013), saya telah memposting tulisan berjudul "Kue Unthuk Cacing & Alat Pencetaknya" . Sesuai keyakinan saya, alat pencetak rengginang yang saya desain bisa dimodifikasi sedemikian rupa untuk difungsikan sebagai alat pencetak unthuk cacing. Setelah uji coba dilakukan dan  dievaluasi lebih jauh, ternyata masih dijumpai kelemahan yaitu Unthuk cacing yg dihasilkan kurang panjang seperti yang diinginkan.Oleh karena itu sepertinya masih perlu didesain ulang dan disempurnakan lagi. Berikut adalah hasil uji coba tersebut.

Bahan-bahan Kue Unthuk Cacing

Adonan Kue Unthuk Cacing Yang Siap Dicetak

 Modifikasi Alat Pencetak Unthuk Cacing

Kepala Cetak - Stainless Steel 

Hasil Cetak Kue Unthuk Cacing - Kurang Panjang !!!

Sekali lagi, secara prinsip alat cetak rengginang inovasi ini dapat dimodifikasi menjadi alat pencetak kue unthuk cacing, sayangnya hasil yang diperoleh relatif pendek kurang sesuai dengan yang diinginkan. Seharusnya panjang kue unthuk cacing yang dinginkan sekitar 10 cm, tetapi  alat ini hanya mampu menghasilkan panjang unthuk cacing sekitar 3 cm saja. Oleh karena itu perlu disempurnakan lagi desainnya.