UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Jumat, 30 Desember 2011

Kalau Bisa Jadi Pelopor, Kenapa Jadi Pengekor ?

Jika anda adalah seorang pengusaha atau mungkin masih menjadi calon pengusaha, maka salah satu sifat yang harus dipunyai oleh seorang pengusaha, pebisnis atau entrepreneur adalah keberanian mengambil resiko, baik itu resiko sukses maupun resiko gagal. Seringkali seorang pebisnis dituntut untuk segera mengambil sikap, keputusan, atau tindakan dalam menghadapi suatu masalah atau situasi tertentu yang berhubungan dengan usaha bisnisnya. Bagi anda yang masih menjadi calon pengusaha, mungkin masalah yang dihadapi adalah  pilihan untuk menentukan mau berbisnis apa, sedangkan bagi anda yang sudah mempunyai bisnis mungkin dihadapkan pada pilihan untuk mengembangkan usaha baru. Sekali lagi keduanya membutuhkan pengambilan keputusan dan tindakan.
Bagi orang yang tidak mau ambil pusing atau hanya mau mengambil resiko level terendah, maka tindakan yang dilakukan adalah cukup menjiplak atau meng"Copy-Paste" bisnis orang lain, baik di"copy-paste" persis seperti  bisnis aslinya maupun yang telah dimodifikasi seperlunya. Dalam trik bisnis, metode ini biasa disebut dengan jurus ATM (Amati, Tiru. Modifikasi). Apapun trik yang dilakukan, jika faham ini yang diikuti, maka anda sudah memilih jadi PENGEKOR. Sebaliknya bagi seorang pebisnis sejati, tindakan yang dilakukan biasanya memanfaatkan berbagai macam informasi yang ada dan mempertimbangkan banyak aspek, serta biasanya selalu mengedepankan INOVASI baru. Meskipun tingkat resikonya jauh lebih tinggi, tetapi ide-ide baru yang dicetuskannya jauh lebih menantang dan membahagiakannya. Ia tidak khawatir dengan resiko yang dihadapi, karena resiko yang mungkin terjadi sudah diantisipasi dengan matang sehingga potensi resiko kegagalannya semakin kecil. Orang-orang yang berjiwa demikian adalah orang-orang yang berjiwa PELOPOR.
Sebagai imbalan bagi seorang pebisnis PELOPOR, jika bisnisnya sukses maka dialah orang pertama yang menikmati hasilnya. Karena bisnis ini belum ada pesaing atau kompetitornya, maka sekali lagi dia pulalah orang pertama yang akan menikmati jerih payahnya dengan melimpah. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan orang-orang yang berjiwa PENGEKOR yang harus rela menikmati kesuksesan bisnisnya dalam jumlah terbatas karena banyaknya para pengekor pebisnis serupa.
Akhirnya, keputusan apakah anda mau jadi pelopor ataupun pengekor semuanya terserah anda, termasuk dalam hal memilih Alat Pencetak Rengginang yang mampu menghasilkan rengginang dengan bentuk Lingkaran, Persegi Empat (Bujur Sangkar), dan Persegi Panjang ini. Jika rengginang pada umumnya berbentuk lingkaran dan anda ingin memproduksi rengginang dengan bentuk lain, maka anda berkesempatan menjadi pelopor dengan mengenalkan rengginang berbentuk Persegi Empat ataupun Persegi Panjang dengan Alat Pencetak Rengginang INOVASI ini. Bagaimana, anda berminat jadi pelopor ?.

Rabu, 30 November 2011

Proses Pencetakan Rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman

Banyak orang yang penasaran bagaimana sih cara mengoperasikan Alat Pencetak Rengginang INOVASI yang ditawarkan ini ?. Supaya tidak penasaran dan meberikan gambaran nyata, berikut ini saya sajikan Video proses pencetakan rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman Yogyakarta. Tapi jangan heran ya, alat pencetak yang digunakan ini kelihatan "jadul" banget, maklum sajalah alat yang digunakan tersebut dibuat tahun 2004-an. Untuk alat yang ditawarkan ini, tentunya sudah mengalami penyempurnaan disana-sini dan sudah didesain ulang sehingga unjuk kerja dan tampilannya lumayan OK. Akhirnya selamat menyaksikan saja, semoga dapat memberikan gambaran bahwa pengoperasian alat ini begitu mudah, sangat sederhana dan bisa dioperasikan siapa saja, termasuk para wanita sekalipun.



PROSES PENCETAKAN RENGGINANG - SEDERHANA & MUDAH


ALAT PENCETAK RENGGINANG SAAT INI

Rabu, 16 November 2011

Rahasia Agar Rengginang Tidak Lengket Selama Pencetakan

Kita semua tahu bahwa rengginang dibuat dari bahan beras ketan putih atau beras ketan hitam yang dikukus sehingga bersifat lengket. Sifat lengket ini disebabkan karena terjadi pemasakan atau gelatinisasi pati beras ketan yang dikukus. Sifat lengket ini dalam proses pencetakan rengginang cukup mengganggu, sebab beras ketan kukus cenderung lengket di tangan ataupun cenderung menggumpal antara beras ketan yang satu dengan yang lain, sehingga cukup mengganggu selama proses pencetakan rengginang. Lalu, bagaimana solusinya ????
Solusinya adalah dengan AIR. Celupkan tangan anda sebentar sebelum mengambil gumpalan beras ketan kukus. Upaya mencelupkan tangan ke dalam air tsb dimaksudkan untuk membasahi tangan sehingga tidak lengket pada saat melakukan pencetakan rengginang. Tapi ingat jangan terlalu basah tangan anda, sebab jika tangan anda terlalu basah akan berakibat beras ketan menjadi terlalu basah, antar butiran beras ketan yang satu dengan yang lain tidak lengket lagi, dan setelah dicetak menjadi rengginang cenderung mudah retak atau hancur.
Solusi yang kedua yaitu pada bagian alat yang bersentuhan langsung dengan beras ketan kukus dibuat dari bahan sejenis plastik. Dengan bahan tersebut, beras ketan kukus tidak akan lengket lagi pada saat dilakukan proses pencetakan. Berdasarkan alasan-alasan itulah maka pada bagian yang bersentuhan dengan beras ketan kukus dari Alat Pencetak Rengginang INOVASI ini dibuat dari bahan khusus sehingga tidak lengket. Demikianlah rahasia bagaimana menyiasati sifat lengket dari beras ketan kukus pada proses pencetakan rengginang beras ketan. Semoga bermanfaat.

Rengginang Muntilan - Kab. Magelang Jawa Tengah

Dalam tulisan saya sebelumnya sudah saya kemukakan bahwa  di berbagai wilayah di Indonesia, ada banyak macam rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda. Perbedaan itu terutama dalam hal bumbu yang ditambahkan, variasi bentuk rengginang, dan juga variasi ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang tersebut kurang lebih relatif sama atau serupa. Salah satu daerah produksi Rengginang di Jawa Tengah adalah Muntilan - Kab. Magelang.

Apa Cirikhas Rengginang Muntilan ?
Cirikhas rengginang Muntilan yang dengan mudah dapat kita kenali adalah bentuknya, yaitu berbentuk lingkaran dengan cekungan di bagian tengahnya. Umumnya mempunyai ketebalan bibir cekungan sekitar 5 mm dan  ketebalan rengginang sekitar 1 cm - 1,5 cm tergantung besar kecilnya ukuran rengginang. 

Bagaimana Cara Menghasilkan Bentuk Rengginang Lingkaran Bercekung tersebut ?
Tentu saja dengan alat cetak. Alat cetak yang digunakan umumnya masih sangat  sederhana, yaitu dengan plastik yang dibuat lingkaran dengan diameter tertentu dan alas kayu atau bahan lain yang dibentuk sedemikian rupa untuk menghasilkan cekungan di bagian tengahnya. Umumnya alat cetak yang digunakan lebih dari satu sesuai dengan jumlah pekerja, sehingga setiap pekerja akan menggunakan alat cetak sendiri-sendiri. Keseragaman hasil cetakan yang diperoleh sangat tergantung pada keseragaman alat cetak yang dibuat. Selain itu juga bagaimana tingkat ketrampilan dari masing-masing pekerja. 

Adakah Kelemahan Cara Pencetakan Secara Mannual ini ?
Menurut pengamatan saya, YA..... ada kelemahannya. Besarnya tekanan yang tidak sama yang diberikan oleh masing-masing pekerja selama proses pencetakan rengginang dengan tekanan tangan merupakan kelemahan utama pada proses pencetakan secara manual ini, sehingga berpotensi menghasilkan rengginang goreng yang mudah hancur (tidak kokoh). Belum lagi penggunaan alat cetak yang tidak standard yang jumlahnya lebih dari satu sangat berpotensi menghasilkan bentuk yang tidak standard.

Lalu... bagaimana solusinya ?
Solusinya adalah menggunakan alat cetak yang menjamin dapat memberikan tekanan sama pada setiap hasil cetakan rengginang, tidak peduli dilakukan oleh siapapun pekerjanya, dan seberapa lama pengalamannya. Dengan kata lain, meskipun rengginang ini dicetak oleh pekerja baru sekalipun, akan tetap meghasilkan rengginang dengan kualitas yang sama bila dicetak oleh pekerja yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Untuk menjamin keseragaman bentuk rengginang yang dicetak, harus menggunakan mal atau pola cetakan yang sama persis bentuk maupun ukurannya. Dengan cara-cara tersebut, maka keseragaman ukuran dan bentuk serta kekokohan rengginang yang dihasilkan dapat dijamin seragam dan standard.

Adakah alat pencetak rengginang yang dimaksud ?
Tentu saja ada. Alat pencetak rengginang ini didesain untuk mengatasi kelemahan tersebut yaitu kendala pengalaman pekerja dan keseragaman ukuran maupun bentuk rengginang yang dihasilkan. Pengalaman pekerja yang masih rendah umumnya menghasilkan produktivitas yang rendah pula. Hanya dengan pengalaman sajalah pekerja tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi, namun hal ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Alat pencetak rengginang yang dimaksud adalah Alat Pencetak Rengginang INOVASI. Alat ini cara kerjanya sangat sederhana persis seperti layaknya cara kerja alat penutup botol, sehingga mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja baru sekalipun. Alat ini dilengkapi dengan ujung penekan yang tidak lengket pada beras ketan kukus dan dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan rengginang dengan bentuk cekungan dan ketebalan bibir cekungan yang seragam. Dengan alat ini, dijamin kendala pekerja yang belum berpengalaman dapat teratasi, bentuk dan ukuran rengginang dijamin seragam, serta renginang yang dihasilkan lebih kompak dan kokoh sehingga memperkecil rengginang yang hancur atau rusak selama penggorengan dan pemasaran. Apakah anda menghadapi masalah ini dan tertarik ingin membuktikannya ?. Hubungi kami sekarang juga.

Selasa, 15 November 2011

Miss Universe 2011 Doyan Rengginang

Maria Selena & Leila Lopes (Foto: Dede/Okezone)
Selain memperlihatkan kekaguman pada ragam kerajinan Indonesia, Miss Universe 2011 Leila Lopes juga menyukai penganan khas Indonesia. Apa yang dicicipinya?
Saat berkesempatan berkunjung ke Pendopo, sebuah rumah batik dan pusat kerajinan Indonesia di Living World, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Leila Lopes sempat mencicipi camilan khas Nusantara.
Sebelumnya, Leila yang ditemani Puteri Indonesia 2011 yang baru terpilih semalam, Maria Selena tersebut berkeliling gerai melihat keindahan batik serta kerajinan tangan lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Usai berjalan sekira 10 menit, akhirnya tibalah Leila di area jajanan yang menyediakan berbagai camilan khas Indonesia. Di area tersebut, Leila pun sempat mencoba beberapa penganan yang disediakan Pendopo.
"Ini adalah rengginang, salah satu makanan khas Jawa Tengah, asalnya Maria Selena -Puteri Indonesia 2011 yang baru terpilih," kata Mutia Kumala selaku Director Home Center Indonesia menemani langsung kunjungan di gerai miliknya. Rengginang ini dibuat dari beras ketan putih atau beras ketan hitam dan cara membuatnya cukup mudah dengan cara dicetak. Beberapa daerah produsen rengginang diantaranya Muntilan, Borobudur, Magelang, Sleman, Banjarnegara, Banyuwangi, Madura (rengginang Lorjuk) , Bandung, Garut, Bogor, dan masih banyak lagi daerah produsen lainnya.



Hasrat penasaran Leila pun kemudian menggugahnya mencicipi beberapa makanan tersebut. Di situ, Leila sempat mencicipi beberapa makanan, di antaranya gambang, cokodot (coklat dodol), dan rengginang atau ada yang menyebutnya kerupuk rengginang. Rengginang ini ada bermacam-macam rasa, diantaranya rengginang rasa keju, rasa bawang, rasa gurih, rasa manis, rasa ikan, udang, terasi, dan lainnya.  


Sumber : Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

Selasa, 16 Agustus 2011

Tips Cara Menggoreng Rengginang Yang Effisien

Ini adalah cerita tentang pengusaha rengginang dari Semarang yang telah menggunakan Alat Pencetak Rengginang INOVASI yang saya buat. Pendek kata setelah menggunakan alat pencetak rengginang INOVASI yang baru dibeli, aspek produiksi yaitu proses pencetakan rengginang yang selama ini dirasakan ada kendala, sekarang ini sudah tidak  menjadi masalah lagi.  Tetapi sekarang timbul masalah baru. Masalah baru yang muncul adalah proses penggorengan rengginang yang dilakukan tidak mampu mengimbangi kapasitas produksi yang telah dicapai. Dalam hal ini waktu penggorengan yang dibutuhkan tidak mencukupi lagi, sehingga  terpaksa harus kerja lembur.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Proses Pembuatan Rengginang : Serupa Tapi Tak Sama

Rengginang adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang dibuat dari bahan beras ketan putih atau hitam, umumnya berbentuk lingkaran dengan ukuran tertentu, berasa manis atau gurih, dan mempunyai tekstur renyah. Di berbagai wilayah di Indonesia, ada beberapa macam rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda. Perbedaan itu terutama dalam hal bumbu yang ditambahkan, variasi bentuk rengginang, dan juga variasi ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang tersebut kurang lebih relatif sama atau serupa. Berikut adalah salah satu cara membuat rengginang beras ketan yang banyak dilakukan.
Bahan utama : Beras Ketan (beras ketan putih atau hitam)
Bumbu : Bawang, udang, trasi, gula pasir, garam, dan lainnya. Untuk bumbu yang ditambahkan, macam dan takarannya sangat tergantung pada rasa rengginang yang diinginkan. Dalam hal ini sangat tergantung dari kreativitas dan daya inovasi kita untuk menghasilkan rasa rengginang yang khas dan enak. Contoh variasi Rasa rengginang yang telah diproduksi di pasaran adalah Rasa bawang, trasi, udang, gula merah coklat, manis gula merah, nangka, durian, melon, dan lainnya.

Proses Pembuatan Rengginang:

  1.  Beras ketan dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa gabah ataupun sekam kalau masih ada.
  2. Selanjutnya dicuci bersih, kemudian direndam dalam air selama 3-4 jam (beberapa jenis lain bahkan sampai 12 jam). Untuk lama perendaman ini sangat tergantung pada jenis beras ketan yang digunakan. Pada intinya proses perendaman ini adalah proses untuk memberi kesempatan terjadinya penetrasi air kedalam butiran beras ketan, sehingga proses pemasakan atau gelatinisasi pati nantinya berjalan dengan sempurna.
  3. Setelah direndam, beras ketan selanjutnya ditiriskan.
  4. Proses selanjutnya beras ketan dikukus. Sampai tahap ini, ada yang dikukus ½ matang kemudian ditambahkan / dicampur bumbu-bumbu kemudian dimasak kembali hingga matang, dan selanjutnya langsung dicetak. Variasi proses yang lain, beras ketan dikukus sampai ¾ matang dan selanjutnya ditambahkan bumbu dan dicampur merata. Pada variasi ini tidak lagi dilakukan pengukusan lagi melainkan langsung dicetak.
  5. Proses pencetakan. Pada umumnya pencetakan dilakukan secara manual dengan bantuan pola cetakan dari bambu atau potongan pipa pralon.
  6. Rengginang cetak manual yang dihasilkan tersebut selanjutnya dijemur hingga kering (2-4 hari), tergantung kondisi cuaca.
  7. Proses terakhir adalah penggorengan dan pengemasan.
  8. Usahakan pengemasan yang menarik, diseal atau diikat dengan rapat agar tidak mlempem, lengkapi kemasan dengan informasi-informasi penting tentang produsen dan produk sesuai dengan persyaratan PIRT.
Untuk memperjelas uraian diatas, berikut adalah beberapa ilustrasi proses pembuatan rengginang beras ketan putih di  Sleman Yogyakarta.




Jumat, 05 Agustus 2011

Alat Cetak Rengginang Yang Siap Dipesan

Untuk lebih meyakinkan calon pemesan, berikut saya informasikan alat pencetak rengginang yang saat ini  siap dipesan, terutama kepada mas Yayat di Lampung dan Bapak Sufaat di Semarang.
Spesifikasi alat ini adalah sbb :

Sabtu, 21 Mei 2011

Berapa Kapasitas Alat Cetak Rengginang INOVASI ini ?

Belum lama ini ada pengusaha rengginang di Semarang yang menanyakan kepada saya "Berapa Kapasitas Alat Cetak Rengginang INOVASI ini" ?. Waktu itu karena belum dilakukan perhitungan yang seksama, maka saya hanya menggunakan data yang sudah dilakukan di UKM Rengginang Lestari - Sleman. Di UKM tersebut, dengan 1 alat cetak mampu mencetak 20 - 40 kg beras ketan per hari.  Jawaban tersebut sebetulnya belum menggambarkan kapasitas alat yang sesungguhnya, karena angka 20 - 40 kg tersebut sesungguhnya adalah beras ketan yang diproduksi per hari oleh UKM Lestari. Lalu kapasitas yang benar bagaimana ?.
Menurut pengertiannya, yang dimaksud Kapasitas Alat adalah kemampuan maksimal dari alat tersebut mampu mengolah bahan dasar atau menghasilkan produk seberapa banyak bila dioperasikan. Perlu ditegaskan disini bahwa Alat Cetak Rengginang INOVASI ini bukan alat pencetak yang bekerja secara automatis sejak dari proses pengisian sampai dihasilkan rengginang cetak. Sekali lagi bukan alat seperti itu. Alat Cetak Rengginang INOVASI ini adalah alat cetak yang bekerja secara manual. Meskipun secara manual tetapi alat ini mampu memperbaiki kelemahan yang ada pada proses pencetakan secara manual dengan tangan biasa.
Secara garis besarnya, proses pencetakan dengan alat cetak rengginang INOVASI ini ada 3 tahap, yaitu a) Tahap pengisian beras ketan kukus ke pola cetakan (butuh waktu 5-10 detik), b) Tahap pengepresan (butuh waktu 3-5 detik, dan c) Tahap pengeluaran rengginang hasil pencetakan (3-5 detik). Ya, memang sangat mudah proses pencetakannya. 
Dari ketiga tahapan tersebut, tahapan yang berhubungan langsung dengan perhitungan kapasitas alat adalah tahap Pengepresan yang hanya butuh waktu sekitar 4 detik setiap kali proses pencetakan. Itu artinya, dalam waktu 1 menit (60 detik) alat ini mampu mencetak 60 : 4= 15 rengginang per menit dan dalam waktu 1 jam (60 menit) alat ini mampu menghasilkan 60 x 15 = 900 buah rengginang per jam. Apabila jam kerja per hari ada 7 jam (jam kerja dimulai jam 8.00 pagi - 16.00 sore, istirahat 1 jam) maka dalam 1 hari alat cetak rengginang INOVASI ini mampu menghasilkan 7 x 900 = 6300 buah rengginang per hari. Kalau diasumsikan setiap Kg beras ketan mampu menghasilkan sekitar 100 rengginang  kecil, maka itu berarti dalam satu hari mampu mengolah rengginang sebanyak 6300 : 100 = 63 kg. Jadi jelas bahwa Kapasitas Maksimum Alat Cetak Rengginang INOVASI ini adalah 63 kg beras ketan / hari / alat .
Untuk mencapai kapasitas alat  maksimum tersebut maka Tahap Pengisian dan Tahap Pengeluaran rengginang dari pola cetakan harus dapat mengimbangi Tahap pengepresan yang hanya sekitar 5 detik saja. Mengingat alat ini bekerja secara manual, maka proses pengisian  beras ketan kukus kedalam pola cetakan harus dapat menjamin  kelancaran tahapan proses pengepresan. Demikian juga pada tahapan proses pengeluaran rengginang hasil pencetakan. Untuk itu pada teknis pelaksanaannnya, di bagian pengisian ini harus > 1 orang pekerja (mungkin sekitar 3 orang) dan pada bagian pengeluaran cukup 1 orang pekerja saja.  Dengan pembagian pekerja sperti itu, maka kapasitas maksimum alat akan dapat tercapai.

Variasi Bentuk Rengginang yang Dihasilkan

Sepengetahuan saya, hampir semua rengginang yang ada di pasaran di berbagai daerah berbentuk lingkaran - DATAR dan belum ada bentuk yang lain.. Kemungkinan karena bentuk Lingkaran adalah bentuk yang paling mudah dilakukan. Mungkinkah kita mampu menghasilkan rengginang dengan berbagai macam bentuk yang variatif dan inovatif ?. Pertanyaan itulah yang selalu menggelitik hati saya.
Pertanyaan itu sekarang terjawab sudah. Dengan Alat Cetak rengginang INOVASI ini bentuk apapun terasa sangat mudah. Mau bukti?. Coba anda perhatikan contoh bentuk-bentuk rengginang berikut ini.

Bentuk Lingkaran DATAR - Tak Beraturan
HASIL CETAK TANGAN

Bentuk LINGKARAN CEKUNG (mentah)
Dengan Alat Cetak Rengginang INOVASI

Bentuk BUJUR SANGKAR (mentah) 
Dengan Alat Cetak Rengginang INOVASI

Bentuk PERSEGI PANJANG (mentah) 
Dengan Alat Cetak Rengginang INOVASI

Rabu, 18 Mei 2011

Hemat Bahan & Hasil Lebih Banyak

Sepengetahuan saya, rengginang yang diproduksi secara manual dengan cetak tangan biasa (artinya hanya ditekan tangan biasa), umumnya berbentuk "lingkaran" DATAR. Untuk mendapatkan rengginang yang renyah, maka rengginang datar tsb harus berukuran tipis, sehingga dalam satu kemasan umumnya berisi cukup banyak.
Dalam dunia bisnis, ukuran produk bisa berdasarkan berat (gram, kg, dll), jumlah satuan (biji, buah, dll), atau berdasarkan volume-nya (volume kemasan-nya). Untuk rengginang umumnya berdasarkan jumlah satuan (dalam satu kemasan isi berapa buah).
Sekarang coba anda bandingkan 2 model rengginang ini. Rengginang warna BIRU adalah rengginang datar hasil dari pencetakan secara manual dengan tangan saja, sedangkan rengginang warna MERAH adalah rengginang yang dicetak dengan alat cetak rengginang INOVASI. Selanjutnya bandingkan pula ketika kedua jenis rengginang tsb disusun. Keduanya sama-sama disusun dalam jumlah yang sama (5 buah).



Apa kesimpulan anda ? Ya.... rengginang MERAH lebih hemat bahan daripada rengginang BIRU. Selain itu, volume rengginang  BIRU dan MERAH tetap sama saja / tidak berubah, meskipun kebutuhan bahannya tidak sama (kebutuhan bahan rengginang MERAH lebih sedikit daripada rengginang BIRU). Jadi, dari illustrasi diatas semakin jelas bahwa dengan alat cetak rengginang INOVASI ini akan mampu menghasilkan rengginang cetak LEBIH BANYAK daripada cara manual biasa (tentunya bila bahan yang dicetak beratnya sama dan dicetak dengan ukuran yang sama pula). Mohon maaf, sebagai bukti nyata saat ini saya belum bisa menampilkan datanya, insya Allloh dilain waktu saya susulkan. 
Selain hemat bahan, rengginang cekung tersebut dapat dibuat ukuran lebih besar namun tetap terjamin kerenyahannya, karena ukuran di semua bagian relatif tipis. Hal ini sangat berbeda dengan rengginang datar yang ukurannya cukup tebal. Makin tebal berarti makin besar resiko tidak renyah atau bantat. Bagaimana, masih belum percaya dengan akal sehat dan logika kita ??? 

Senin, 16 Mei 2011

Mengapa Harus Menggunakan Alat Cetak Rengginang Khusus ?


Kalau dilihat sepintas, membuat rengginang sepertinya sangat mudah. Tinggal mengisi beras ketan kukus pada pola cetakan yang berbentuk lingkaran, kemudian ditekan-tekan tangan, dan selanjutnya tinggal mengeluarkan dari cetakan, maka jadilah rengginang. Ya, kelihatannya sangat mudah tetapi kalau sudah mempraktekkannya ternyata tidak mudah dan banyak resiko yang harus dihadapi.
Tahukah anda bahwa ternyata tidak setiap pekerja mampu mencetak rengginang ?.


Alat Pencetak Rengginang Yang Ditunggu-tunggu

Alhamdulillah, setelah cukup lama berkoordinasi dengan para bengkel pembuat alat pencetak rengginang  yang saya buat tahun 2004 dulu, akhirnya alat pencetak rengginang yang saya maksudkan selesai juga. Pekerjaan yang cukup melelahkan karena harus wira-wiri kesana kemari, namun setelah alat jadi dan berhasil diuji coba akhirnya cukup melegakan dan memuaskan. Sekarang saatnya kami persembahkan kepada para pembaca, khususnya para pengusaha atau calon pengusaha rengginang. 
Tantangan terberat pembuatan alat ini adalah pembuatan Mal atau Pola Cetakannya. Bentuk rengginang yang ada di pasaran ternyata beraneka ragam bentuk dan ukurannya, sehingga membutuhkan Mal atau pola cetakan yang berbeda pula. Secara umum, pola cetakan rengginang sebenarnya serupa atau hampir sama, tetapi detail-nya berbeda-beda antara pabrik yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu akan lebih baik kalau setiap pemesan membawa contoh mal cetakan yang digunakan, sehingga rengginang yang dihasilkan dari mesin pencetak ini sama persis dengan hasil cetakan secara manual. Cara ini yang dilakukan oleh pabrik rengginang SM Muntilan - Kab. Magelang Jawa Tengah dan Rengginang mas Sufaat Semarang.
ALAT PENCETAK RENGGINANG INI TERMASUK ONGKOS KIRIM dijual dengan harga  Rp. 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) saja. 



Alat Pencetak Rengginag - INOVASI


Trade Mark Alat Pencetak Rengginang "INOVASI"

Setiap Unit alat ini terdiri dari Mesin Pencetak lengkap dengan Rel dan 10 buah Mal atau Pola Cetakan. Dengan alat ini proses pencetakan akan lebih effisien, lebih cepat serasa proses pencetakan di pabrik yang berjalan secara kontinyu. Bagaimana, apakah anda berminat ?

Jumat, 06 Mei 2011

Kontak Kami

Untuk pemesanan alat, konsultasi, sekedar bertanya, atau memberikan tanggapan dan saran membangun, silahkan hubungi kami via sms , e-mail atau website kami dibawah ini:

a)    HP. 0857 2904 1007
b)    E-mail : priwitono@gmail.com
c)    Website : http://www.alatcetakrengginang.com/

Insya Alloh akan kami tanggapi dengan senang hati. Semoga hasil karya kami yang sangat sederhana ini memberikan manfaat dan dapat menyejahterkan UKM Pangan melaui pengenalan alat teknologi tepat guna yang innovatif. Salam Sukses.

Cara Pemesanan Alat

Dengan mengirimkan order pemesanan alat ini, Anda dianggap telah membaca, mengerti, dan menyetujui akan isi syarat dan ketentuan ini. Syarat dan ketentuan ini secara otomatis akan mengikat saat bertransaksi.

1.    Untuk pemesanan, silahkan hubungi kami via sms , e-mail atau website kami dibawah ini:
a)    HP. 0857 2904 1007
b)    E-mail : priwitono@gmail.com

  1. Apabila alat dalam keadaan Ready Stock, barang akan segera kami kirim ke alamat tujuan setelah pemesan melakukan pembayaran. Namun apabila alat harus dibuatkan terlebih dahulu, pemesan wajib membayar DP 50 % sebagai tanda jadi dan untuk proses pengerjaan alat di bengkel kami. Sisa pembayaran dilakukan apabila alat sudah jadi dan siap dikirim.
  1. Pembayaran melaui  rekening kami di Bank Mandiri – KCP Bantul  No. Rek. 137-00-0441534-1 atau Bank BNI 1946 Yogyakarta No Rek. 0209260145 atas nama Priyanto Triwitono.
  1. Setelah melakukan transfer pembayaran cash atau uang muka (DP), pemesan harus memberikan konfirmasi pada kami untuk kami tindak lanjuti (dibuatkan di bengkel apabila alat sedang kosong, atau segera dikirim apabila alat masih tersedia atau ready stock). Konfirmasi dapat dilakukan dengan mengirim SMS atau Via Telepon KE 0857 2904 1007 dengan cara sbb=. 
Ketikkan = nama pemesan / besarnya uang yg ditransfer / melalui Bank apa & No Rekening /ditransfer ke Rek Bank BNI atau Mandiri / Tanggal  Transfer
  • Setelah mendapatkan konfirmasi, kami akan segera mengechek  ke Bank Tujuan (BNI atau Mandiri) -pada jam kerja Bank ybs (08.00 - 16.00 wib)
  • Setelah ada kepastian transfer uang masuk ke Rekening BNI atau Mandiri, kami  akan segera menghubungi atau menginformasikan hal ini kepada pemesan.
  • Tahap selanjutnya kami akan segera menindaklanjuti dengan membuatkan pesanan di bengkel atau mengirimkan barang jika ready stock.
  • Selama proses pembuatan, kami akan selalu menginformasikan kepada pemesan, paling tidak 1 minggu sekali tentang kemajuan pemesanan sudah sampai sejauh mana.
  • KAMI AKAN MENJAGA AMANAH ATAU KEPERCAYAAN PEMESAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DEMI KEPUASAN PELANGGAN. 
  1. Harga Alat Termasuk Ongkos Kirim sebesar Rp. 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per Unit untuk setiap Jenis Ukuran & Bentuk (LINGKARAN, BUJUR SANGKAR ATAU PERSEGI EMPAT). 
  1. Kami bekerja sama dengan perusahaan pengiriman barang ternama (JNE, TIKI) atau perusahaan Travel Agency antar kota untuk menjamin barang pesanan dapat dikirim dan sampai ke alamat tujuan dengan cepat dan selamat.
  1. Kesalahan pemesan dalam menuliskan email, alamat, atau informasi lainnya yang mengakibatkan barang tidak sampai ke alamat tujuan menjadi tanggung jawab pemesan sepenuhnya.
Pembayaran melaui Transfer Via Bank berikut:

No. Rek. 137-00-0441534-1 a/n. Priyanto Triwitono

No Rek. 0209260145  a/n. Priyanto Triwitono

Tentang Kami

Kita semua tahu bahwa alat dan mesin merupakan sarana sangat penting untuk menunjang kelancaran proses produksi suatu usaha. Dengan alat dan mesin, produktivitas kerja akan semakin meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan pengusaha maupun pekerja.
Khusus usaha berskala kecil dan menengah yang bergerak di bidang pangan (UKM Pangan), seringkali kebutuhan alat dan mesin tidak selalu tersedia di pasaran. Sebagai solusinya seringkali UKM Pangan harus bekerja keras memutar otak sendiri untuk menciptakan alat teknologi tepat guna yang sangat sederhana dan ala kadarnya untuk membantu kelancaran usahanya. Namun demikian karena berbagai macam keterbatasan, tidak semua UKM Pangan mampu menciptakan alat teknologi tepat guna yang dibutuhkan tersebut. Untuk itulah perlu adanya pihak lain yang membantu penyediaan kebutuhan tersebut dan atas dasar alasan itulah kami hadir.
Berawal dari banyaknya permintaan para pengunjung  di blog pribadi http://priwit.blogspot.com/, maka kami memberanikan diri secara sungguh-sungguh dan profesional untuk hadir memperkenalkan Alat Pencetak Rengginang tepat guna khususnya untuk para pengusaha atau calon pengusaha Rengginang. Yah.. hitung-hitung mengamalkan ilmu sambil beribadah dan siapa tahu ada pihak-pihak yang membutuhkan. Alat ini sengaja diciptakan karena tidak tersedia di pasaran bebas dan sebagai bukti bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik sudah kami perkenalkan di UKM Rengginang Lestari Sleman Yogyakarta sejak tahun 2004. Alhamdulillah alat ini masih dioperasionalkan hingga saat ini (sudah sekitar 7 tahun) karena berbagai keunggulannya.
Meskipun alat ini cukup sederhana, namun alat ini mampu meningkatkan kapasitas produksinya 2 kali lipat dari cara pencetakan biasa, dan yang terpenting adalah untuk mengoperasikan alat ini tidak menambah biaya produksi serta dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk para pekerja yang masih pemula sekalipun. Apakah anda seorang pengusaha atau calon pengusaha rengginang dan tertarik ingin membuktikan keunggulan alat pencetak rengginang ini, silahkan hubungi kami.

VISI = 
"INOVASI MENCETAK INDONESIA LEBIH SEJAHTERA"

MISI=
Merespon Kebutuhan UKM Pangan Akan Alat Teknologi Tepat Guna Inovatif Yang Tidak Tersedia di Pasar

Tujuan / Goal =
  1. Mengidentifikasi kebutuhan alat teknologi tepat guna yang dibutuhkan UKM pangan namun tidak tersedia di pasar
  2. Menciptakan alat teknologi tepat guna yang Inovatif , Effisien, Produktif, dan dibutuhkan UKM Pangan
  3. Meningkatkan produktivitas UKM Pangan melalui alat teknologi tepat guna
  4. Menyejahterakan UKM Pangan , baik pengusaha, pekerja, maupun pihak-pihak yang terkait dengannya.

Desain Alat Cetak Rengginang INOVASI Saat Ini

Sabtu, 02 April 2011

Alat Cetak Rengginang Generasi Baru

Sejak tulisan alat pencetak rengginang ini saya publish di blog pribadi saya http://blog.priwit.com/, rupanya banyak pengunjung yang tertarik, terutama  para pengusaha yang memang sudah menggeluti usaha rengginang. Mereka berasal dari Pulau Jawa dan bahkan ada yang berasal dari Luar Pulau Jawa. Pada umumnya permasalahan yang dihadapi hingga saat ini adalah belum adanya alat pencetak rengginang. Masalah tersebut persis seperti yang dialami UKM Rengginang "Lestari" di Sleman sekitar 7 tahun yang lalu. Berikut cuplikan Video Alat Pencetak Rengginang tersebut yang alhamdulillah masih dioperasionalkan di UKM Rengginang Lestari - Sleman Yogyakarta hingga saat ini.


Menyikapi keinginan para pengunjung yang menanyakan lebih lanjut tentang alat pencetak rengginang tersebut, sepertinya saya merasa berdosa bila tidak meresponnya. Hanya saja karena hal ini berhubungan dengan masalah alat atau mesin, rasanya sangat sulit untuk menginformasikannya dengan kata-kata atau secara verbal saja. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk mengembangkan alat pencetak rengginang yang saya ciptakan sekitar 7 tahun yang lalu itu.
Setelah dievaluasi lebih seksama, ternyata alat cetak rengginang ciptaan saya tsb masih ada beberapa hal yang  perlu disempurnakan lebih lanjut. Beberapa hal yang masih perlu disempurnakan adalah desain alatnya, kepraktisan, dan juga kehandalannya. Mengingat beaya bahan dan ongkos pembuatan alat (tukang dan bengkel) saat ini sudah jauh berbeda dengan ketika saya membuat tahun 2004 yang lalu, maka harga alat ini juga mengalami penyesuaian dengan kondisi sekarang. Namun demikian saya tetap yakin bahwa harga alat pencetak rengginang generasi baru tsb masih dapat terjangkau, karena harganya hanya Rp. 2,5 juta (Dua Juta Lima ratus Ribu Rupiah) per unit (SUDAH termasuk ongkos kirim). Harga alat tersebut pasti akan segera terbayar oleh keuntungan yang diperoleh dari alat ini dalam waktu singkat, karena kapasitas produksi rengginang dapat dilipatgandakan dibandingkan dengan cara manual.
Alat ini mempunyai beberapa kelebihan sbb:
  1. Mudah dioperasikan siapa saja, termasuk pekerja pemula (tidak harus yang sudah ahli). Silahkan dicermati pada video diatas, terlihat mudah dan cepat bukan?.
  2. Alat ini dioperasikan secara manual dan tidak dioperasikan dengan listrik, sehingga tidak menambah beaya produksi.
  3. Rengginang yang dihasilkan berukuran seragam dan lebih kompak, sehingga rengginang goreng tidak mudah hancur.
  4. Alat ini mampu menghasilkan 2 ukuran rengginang bentuk bulat (sedang dan besar)
  5. Alat ini mampu dikembangkan untuk menghasilkan rengginang bentuk lain, misalnya bentuk oval, stick, persegi empat, dll.
  6. Alat ini mampu menghasilkan jumlah rengginang 2 kali lipat dibandingkan cara mannual.

Kepada pera pengunjung dimohon kesabarannya untuk menunggu kehadiran alat ini. Insya Alloh tidak lama lagi dapat segera dipublikasikan. Terima kasih.

Alat Cetak Rengginang


Dalam salah satu kegiatan pengabdian masyarakat, saya berkesempatan bertemu dengan kelompok UKM pangan. Dari sekian banyak permasalahan yang disampaikan, ada salah satu permasalahan yang diungkapkan oleh UKM rengginang Lestari – Sleman yang menurut saya cukup menantang. Permasalahan tersebut adalah tuntutan adanya alat pencetak rengginang.
Selama ini, proses pencetakan rengginang masih dilakukan secara manual – tanpa alat cetak khusus. Untuk mendapatkan rengginang berbentuk lingkaran, pengrajin UKM menggunakan alat sederhana berupa potongan pralon dengan diameter tertentu. Cara pencetakan rengginan secara manual ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu perlu ketelatenan dan ketrampilan tinggi. Selain itu butuh waktu lama dan kapasitas produksinya rendah. 
Untuk bisa melakukan pencetakan secara manual, ternyata tidak setiap pekerja mampu melakukannya, terutama pekerja yang masih relatif baru. Bagi pekerja yang sudah terampil, setiap harinya mampu mencetak 1100 biji rengginang, sedangkan pekerja yang masih belajar maksimum hanya 400 biji rengginang per hari. Dengan kata lain, apabila jam kerja per hari sekitar 7 jam maka rengginang yang dihasilkan adalah sekitar 157 buah per jam per orang bagi yang sudah ahli, atau hanya sekitar 58 buah saja per jam per orang bagi yang belum ahli.
Terus terang, alat pencetak rengginang yang dimaksudkan UKM ini belum ada di pasaran, dan inilah yang menantang bagi saya. Bisakah keinginan UKM tsb menjadi kenyataan ?. 
Selama ini saya hanya tahu wujud fisik rengginang beras ketan, tetapi belum pernah melihat langsung bagaimana proses pembuatannya. Meskipun demikian, saya yakin bahwa ”setiap masalah pasti ada jalan keluarnya”. Nah….. berbekal tekad itulah saya kemudian melihat langsung bagaimana proses pembuatan rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman dan sekaligus mendeskripsikan apa yang menjadi masalah utama dalam proses pencetakan.
Dengan mempelajari proses pencetakan rengginang secara manual di UKM “LESTARI” – Sleman, saya menterjemahkannya kedalam “bahasa mesin atau tuntutan teknis alat”, kemudian dengan mengadopsi beberapa cara kerja mesin tepat guna, maka tergambarlah solusi alat pencetak rengginang. Dari pengalaman selama ini, tidaklah mudah untuk mengintroduksi alat teknologi tepat guna yang baru kepada UKM. Biasanya aspek effisiensi menjadi tuntutan utama. Meskipun alat dapat dioperasionalkan tetapi dengan resiko harus menambah beaya untuk listrik , bahan bakar, atau ada tambahan beaya lainnya sehingga dapat meningkatkan beaya produksi, maka jangan harap UKM mau menggunakan alat bantuan tersebut. Yang diinginkan UKM umumnya adalah permasalahan yang dihadapi teratasi, alat dapat dioperasionalkan, kalau bisa tidak mengeluarkan beaya lagi (untuk listrik atau bahan bakar) dan kalau harus beli alat harganya masih terjangkau.
Pada prinsipnya alat ini terdiri dari a) Kerangka alat , b) Kayu penekan , c) papan kayu pencetak berisi potongan pralon, d) Handle untuk menurunkan (menekan) rengginang yang dicetak, dan e) meja dudukan alat. Cara Kerja Alat Pencetak Rengginang ini adalah sbb: 1) Sebelum dicetak, beras ketan kukus disiapkan dalam thermos nasi terlebih dahulu agar tetap hangat. Demikian juga papan pencetak yang berisi potongan pralon juga harus disiapkan terlebih dahulu. 2) Setelah semuanya siap, diambil beras ketan kukus secukupnya dan diisikan pada cetakan potongan pralon. 3) Selanjutnya dilakukan proses penekanan atau pemadatan rengginang. Proses ini dilakukan dengan menarik handle sehingga menekan atau memadatkan rengginang dalam cetakan. 4) Setelah selesai penekanan, rengginang dikeluarkan dari cetakan dan dipindahkan pada nyiru. 5)Rengginang yang diperoleh selanjutnya dikeringkan.
Alat pencetak rengginang yang dihasilkan ini mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja yang belum tergolong ahli. Hal ini berbeda jauh dengan proses pencetakan secara manual yang membutuhkan keahlian. Alat Pencetak Rengginang ini mampu mencetak rengginan dengan spesifikasi ukuran maupun tekstur yang sama dengan cara manual, yaitu mempunyai diameter 4,5 cm, berat basah tiap biji 15 gram, dan berat keringnya 6 gram.
Dengan alat pencetak rengginang ini, kapasitas pencetakannya mencapai 200% atau bisa meningkat lebih dari dua kali lipat, sebab tiap menitnya mampu dihasilkan 4 – 5 buah rengginang cetak per orang ( 240 – 300 rengginan per jam per orang), sedangkan secara manual hanya 2 buah rengginang per menit atau 120 rengginan per jam per orang.
Dari beberapa alat teknologi tepat guna yang diintroduksi kepada UKM, menurt saya alat inilah yang paling memuaskan. Mau tahu kenapa ?. Sejak diintroduksi tahun 2004 yang lalu ternyata sampai saat ini alat tersebut masih digunakan oleh UKM (sampai tahun 2011 ini berarti sudah sekitar 7 tahun), sebab alat ini cukup praktis, mudah dioprasikan oleh siapa saja (termasuk pekerja pemula), alat ini tidak menggunakan tambahan bahan bakar ataupun listrik, sehingga tidak menambah beaya produksi. Keunggulan utama alat ini meskipun masih dioperasionalkan secara manual, tetapi alat ini mampu melipatgandakan kapasitas produksinya. Alat ini betul-betul merupakan Alat Teknologi Tepat Guna.

Rengginang Beras Ketan


Rengginang adalah makanan ringan (nyamikan) yang dibuat dari beras ketan kukus, berasa manis atau asin-gurih, dicetak berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5 cm atau 8 cm, dan digoreng garing sehingga mempunyai tekstur renyah. Selain bahan utama beras ketan, bahan pembantu lain yang dibutuhkan adalah gula, garam, bawang putih, dan kemiri. Bahan-bahan tersebut sengaja ditambahkan untuk menghasilkan rengginang dengan citarasa tertentu (manis atau gurih).
Bahan baku rengginang adalah beras ketan. Pada umumnya digunakan beras ketan putih, tetapi beras ketan hitam-pun juga bisa dibuat rengginang. Beras ketan dan beras biasa (non ketan) berbeda kandungan amylosa dan amylopektinnya. Amylosa berantai lurus dengan ikatan 1-4 alfa-glikosidik, sedangkan amylopektin berantai cabang dengan ikatan 1-4 alfa dan 1-6 beta glikosidik pada percabangannya dengan panjang rantai 20 – 26 satuan glukosa.
Berdasarkan kandungan amilosanya ada 4 macam jenis beras, yaitu beras dengan amilosa tinggi (lebih dari 25 % bk.), beras dengan amilosa sedang (20-25 % bk.) , beras dengan amilosa rendah (9-20 % bk.), dan beras dengan amilosa sangat rendah (0-2 % bk). Beras ketan mengandung amilosa sangat rendah (0-2 %), dengan kata lain lebih banyak mengandung amylopektin (sampai 98 %). Sebaliknya beras non ketan (beras biasa) lebih banyak mengandung amylosa (lebih dari 25 %). Perbedaan kandungan ini menyebabkan struktur gel yang terbentuk berbeda antara beras ketan dengan beras biasa (non ketan). Struktur kimia amylopektin yang bercabang, menyebakan struktur gel yang terbentuk lebih komplek dan lebih kuat daripada amylosa. Sifat ini dapat dilihat dari luar bahwa beras ketan lebih lengket daripada beras non-ketan, sehingga pada pembuatan rengginang teksturnya lebih kompak. Kandungan amilosa yang rendah pada beras ketan cende rung menghasilkan tekstur produk akhir yang renyah, rapuh dan mu dah hancur. Oleh karenanya penanganan rengginang goreng harus ekstra hati-hati. Sifat-sifat inilah yang menjelaskan kenapa dipilih beras ketan sebagai bahan dasar rengginang. Selain sebagai rengginang, beras ketan biasa juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar aneka makanan ringan, seperti wajik, jenang, dodol, krasikan, klepon, dan wingko.
Gula dalam teknologi pangan berfungsi sebagai pemanis dan sekaligus sebagai pengawet bila konsentrasinya cukup tinggi. Namun perlu diwaspasdai bahwa pemanasan pada suhu tinggi (160 – 186oC) bisa terjadi karamelisasi yang mengakibatkan warna coklat atau gosong.
Garam dapur (NaCl) bersama-sama dengan bumbu lainnya, dalam teknologi pangan berfungsi sebagai bumbu untuk mendapatkan citarasa tertentu (asin, gurih). Selain itu, garam juga mampu menurunkan rasa manis dan suhu karamelisasi sehingga tidak cepat gosong. Dalam pembuatan rengginang “LESTARI”, gula yang ditambahkan sekitar 10 % , garam, bawang putih dan kemiri masing-masing 2 % .
Pada proses pembuatan rengginang, mula-mula beras ketan putih direndam selama sekitar 12-14 jam, kemudian ditiriskan, lalu dikukus selama sekitar 40 menit. Perendaman bertujuan untuk memberikan kesempatan penetrasi air kedalam biji beras, sehingga membantu proses pemasakan biji beras selama pengukusan. Perendaman yang kurang waktu apalagi tidak dilakukan perendaman, menyebabkan pemasakan hanya di lapisan luar biji beras ketan saja, sehingga tidak mampu menghasilkan rengginang dengan baik (antar butiran beras ketan tidak kompak). Setelah dikukus, beras ketan yang masih dalam keadaan panas dicampur dengan bumbu (kemiri, bawang, garam, atau gula), kemudian beras ketan dicetak (tipis, bulat dengan diameter sekitar 5 cm), lalu dijemur. Penjemuran rengginang membutuhkan waktu 2 hari pada keadaan terik matahari atau sekitar 5 hari bila keadaan tidak menentu. Setelah dijemur, rengginang siapdigoreng, kemudian dikemas dan dipasarkan. Penggorengan rengginang dilakukan dengan sistem deep frying (bahan digoreng dalam minyak yang cukup banyak, sehingga bahan tercelup didalamnya). Penggorengan dilakukan pada suhu tinggi sekitar 170oC sehingga menghasilkan rengginang yang renyah.