UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Sabtu, 02 April 2011

Alat Cetak Rengginang Generasi Baru

Sejak tulisan alat pencetak rengginang ini saya publish di blog pribadi saya http://blog.priwit.com/, rupanya banyak pengunjung yang tertarik, terutama  para pengusaha yang memang sudah menggeluti usaha rengginang. Mereka berasal dari Pulau Jawa dan bahkan ada yang berasal dari Luar Pulau Jawa. Pada umumnya permasalahan yang dihadapi hingga saat ini adalah belum adanya alat pencetak rengginang. Masalah tersebut persis seperti yang dialami UKM Rengginang "Lestari" di Sleman sekitar 7 tahun yang lalu. Berikut cuplikan Video Alat Pencetak Rengginang tersebut yang alhamdulillah masih dioperasionalkan di UKM Rengginang Lestari - Sleman Yogyakarta hingga saat ini.


Menyikapi keinginan para pengunjung yang menanyakan lebih lanjut tentang alat pencetak rengginang tersebut, sepertinya saya merasa berdosa bila tidak meresponnya. Hanya saja karena hal ini berhubungan dengan masalah alat atau mesin, rasanya sangat sulit untuk menginformasikannya dengan kata-kata atau secara verbal saja. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk mengembangkan alat pencetak rengginang yang saya ciptakan sekitar 7 tahun yang lalu itu.
Setelah dievaluasi lebih seksama, ternyata alat cetak rengginang ciptaan saya tsb masih ada beberapa hal yang  perlu disempurnakan lebih lanjut. Beberapa hal yang masih perlu disempurnakan adalah desain alatnya, kepraktisan, dan juga kehandalannya. Mengingat beaya bahan dan ongkos pembuatan alat (tukang dan bengkel) saat ini sudah jauh berbeda dengan ketika saya membuat tahun 2004 yang lalu, maka harga alat ini juga mengalami penyesuaian dengan kondisi sekarang. Namun demikian saya tetap yakin bahwa harga alat pencetak rengginang generasi baru tsb masih dapat terjangkau, karena harganya hanya Rp. 2,5 juta (Dua Juta Lima ratus Ribu Rupiah) per unit (SUDAH termasuk ongkos kirim). Harga alat tersebut pasti akan segera terbayar oleh keuntungan yang diperoleh dari alat ini dalam waktu singkat, karena kapasitas produksi rengginang dapat dilipatgandakan dibandingkan dengan cara manual.
Alat ini mempunyai beberapa kelebihan sbb:
  1. Mudah dioperasikan siapa saja, termasuk pekerja pemula (tidak harus yang sudah ahli). Silahkan dicermati pada video diatas, terlihat mudah dan cepat bukan?.
  2. Alat ini dioperasikan secara manual dan tidak dioperasikan dengan listrik, sehingga tidak menambah beaya produksi.
  3. Rengginang yang dihasilkan berukuran seragam dan lebih kompak, sehingga rengginang goreng tidak mudah hancur.
  4. Alat ini mampu menghasilkan 2 ukuran rengginang bentuk bulat (sedang dan besar)
  5. Alat ini mampu dikembangkan untuk menghasilkan rengginang bentuk lain, misalnya bentuk oval, stick, persegi empat, dll.
  6. Alat ini mampu menghasilkan jumlah rengginang 2 kali lipat dibandingkan cara mannual.

Kepada pera pengunjung dimohon kesabarannya untuk menunggu kehadiran alat ini. Insya Alloh tidak lama lagi dapat segera dipublikasikan. Terima kasih.

Alat Cetak Rengginang


Dalam salah satu kegiatan pengabdian masyarakat, saya berkesempatan bertemu dengan kelompok UKM pangan. Dari sekian banyak permasalahan yang disampaikan, ada salah satu permasalahan yang diungkapkan oleh UKM rengginang Lestari – Sleman yang menurut saya cukup menantang. Permasalahan tersebut adalah tuntutan adanya alat pencetak rengginang.
Selama ini, proses pencetakan rengginang masih dilakukan secara manual – tanpa alat cetak khusus. Untuk mendapatkan rengginang berbentuk lingkaran, pengrajin UKM menggunakan alat sederhana berupa potongan pralon dengan diameter tertentu. Cara pencetakan rengginan secara manual ini mempunyai beberapa kelemahan, yaitu perlu ketelatenan dan ketrampilan tinggi. Selain itu butuh waktu lama dan kapasitas produksinya rendah. 
Untuk bisa melakukan pencetakan secara manual, ternyata tidak setiap pekerja mampu melakukannya, terutama pekerja yang masih relatif baru. Bagi pekerja yang sudah terampil, setiap harinya mampu mencetak 1100 biji rengginang, sedangkan pekerja yang masih belajar maksimum hanya 400 biji rengginang per hari. Dengan kata lain, apabila jam kerja per hari sekitar 7 jam maka rengginang yang dihasilkan adalah sekitar 157 buah per jam per orang bagi yang sudah ahli, atau hanya sekitar 58 buah saja per jam per orang bagi yang belum ahli.
Terus terang, alat pencetak rengginang yang dimaksudkan UKM ini belum ada di pasaran, dan inilah yang menantang bagi saya. Bisakah keinginan UKM tsb menjadi kenyataan ?. 
Selama ini saya hanya tahu wujud fisik rengginang beras ketan, tetapi belum pernah melihat langsung bagaimana proses pembuatannya. Meskipun demikian, saya yakin bahwa ”setiap masalah pasti ada jalan keluarnya”. Nah….. berbekal tekad itulah saya kemudian melihat langsung bagaimana proses pembuatan rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman dan sekaligus mendeskripsikan apa yang menjadi masalah utama dalam proses pencetakan.
Dengan mempelajari proses pencetakan rengginang secara manual di UKM “LESTARI” – Sleman, saya menterjemahkannya kedalam “bahasa mesin atau tuntutan teknis alat”, kemudian dengan mengadopsi beberapa cara kerja mesin tepat guna, maka tergambarlah solusi alat pencetak rengginang. Dari pengalaman selama ini, tidaklah mudah untuk mengintroduksi alat teknologi tepat guna yang baru kepada UKM. Biasanya aspek effisiensi menjadi tuntutan utama. Meskipun alat dapat dioperasionalkan tetapi dengan resiko harus menambah beaya untuk listrik , bahan bakar, atau ada tambahan beaya lainnya sehingga dapat meningkatkan beaya produksi, maka jangan harap UKM mau menggunakan alat bantuan tersebut. Yang diinginkan UKM umumnya adalah permasalahan yang dihadapi teratasi, alat dapat dioperasionalkan, kalau bisa tidak mengeluarkan beaya lagi (untuk listrik atau bahan bakar) dan kalau harus beli alat harganya masih terjangkau.
Pada prinsipnya alat ini terdiri dari a) Kerangka alat , b) Kayu penekan , c) papan kayu pencetak berisi potongan pralon, d) Handle untuk menurunkan (menekan) rengginang yang dicetak, dan e) meja dudukan alat. Cara Kerja Alat Pencetak Rengginang ini adalah sbb: 1) Sebelum dicetak, beras ketan kukus disiapkan dalam thermos nasi terlebih dahulu agar tetap hangat. Demikian juga papan pencetak yang berisi potongan pralon juga harus disiapkan terlebih dahulu. 2) Setelah semuanya siap, diambil beras ketan kukus secukupnya dan diisikan pada cetakan potongan pralon. 3) Selanjutnya dilakukan proses penekanan atau pemadatan rengginang. Proses ini dilakukan dengan menarik handle sehingga menekan atau memadatkan rengginang dalam cetakan. 4) Setelah selesai penekanan, rengginang dikeluarkan dari cetakan dan dipindahkan pada nyiru. 5)Rengginang yang diperoleh selanjutnya dikeringkan.
Alat pencetak rengginang yang dihasilkan ini mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja yang belum tergolong ahli. Hal ini berbeda jauh dengan proses pencetakan secara manual yang membutuhkan keahlian. Alat Pencetak Rengginang ini mampu mencetak rengginan dengan spesifikasi ukuran maupun tekstur yang sama dengan cara manual, yaitu mempunyai diameter 4,5 cm, berat basah tiap biji 15 gram, dan berat keringnya 6 gram.
Dengan alat pencetak rengginang ini, kapasitas pencetakannya mencapai 200% atau bisa meningkat lebih dari dua kali lipat, sebab tiap menitnya mampu dihasilkan 4 – 5 buah rengginang cetak per orang ( 240 – 300 rengginan per jam per orang), sedangkan secara manual hanya 2 buah rengginang per menit atau 120 rengginan per jam per orang.
Dari beberapa alat teknologi tepat guna yang diintroduksi kepada UKM, menurt saya alat inilah yang paling memuaskan. Mau tahu kenapa ?. Sejak diintroduksi tahun 2004 yang lalu ternyata sampai saat ini alat tersebut masih digunakan oleh UKM (sampai tahun 2011 ini berarti sudah sekitar 7 tahun), sebab alat ini cukup praktis, mudah dioprasikan oleh siapa saja (termasuk pekerja pemula), alat ini tidak menggunakan tambahan bahan bakar ataupun listrik, sehingga tidak menambah beaya produksi. Keunggulan utama alat ini meskipun masih dioperasionalkan secara manual, tetapi alat ini mampu melipatgandakan kapasitas produksinya. Alat ini betul-betul merupakan Alat Teknologi Tepat Guna.

Rengginang Beras Ketan


Rengginang adalah makanan ringan (nyamikan) yang dibuat dari beras ketan kukus, berasa manis atau asin-gurih, dicetak berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5 cm atau 8 cm, dan digoreng garing sehingga mempunyai tekstur renyah. Selain bahan utama beras ketan, bahan pembantu lain yang dibutuhkan adalah gula, garam, bawang putih, dan kemiri. Bahan-bahan tersebut sengaja ditambahkan untuk menghasilkan rengginang dengan citarasa tertentu (manis atau gurih).
Bahan baku rengginang adalah beras ketan. Pada umumnya digunakan beras ketan putih, tetapi beras ketan hitam-pun juga bisa dibuat rengginang. Beras ketan dan beras biasa (non ketan) berbeda kandungan amylosa dan amylopektinnya. Amylosa berantai lurus dengan ikatan 1-4 alfa-glikosidik, sedangkan amylopektin berantai cabang dengan ikatan 1-4 alfa dan 1-6 beta glikosidik pada percabangannya dengan panjang rantai 20 – 26 satuan glukosa.
Berdasarkan kandungan amilosanya ada 4 macam jenis beras, yaitu beras dengan amilosa tinggi (lebih dari 25 % bk.), beras dengan amilosa sedang (20-25 % bk.) , beras dengan amilosa rendah (9-20 % bk.), dan beras dengan amilosa sangat rendah (0-2 % bk). Beras ketan mengandung amilosa sangat rendah (0-2 %), dengan kata lain lebih banyak mengandung amylopektin (sampai 98 %). Sebaliknya beras non ketan (beras biasa) lebih banyak mengandung amylosa (lebih dari 25 %). Perbedaan kandungan ini menyebabkan struktur gel yang terbentuk berbeda antara beras ketan dengan beras biasa (non ketan). Struktur kimia amylopektin yang bercabang, menyebakan struktur gel yang terbentuk lebih komplek dan lebih kuat daripada amylosa. Sifat ini dapat dilihat dari luar bahwa beras ketan lebih lengket daripada beras non-ketan, sehingga pada pembuatan rengginang teksturnya lebih kompak. Kandungan amilosa yang rendah pada beras ketan cende rung menghasilkan tekstur produk akhir yang renyah, rapuh dan mu dah hancur. Oleh karenanya penanganan rengginang goreng harus ekstra hati-hati. Sifat-sifat inilah yang menjelaskan kenapa dipilih beras ketan sebagai bahan dasar rengginang. Selain sebagai rengginang, beras ketan biasa juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar aneka makanan ringan, seperti wajik, jenang, dodol, krasikan, klepon, dan wingko.
Gula dalam teknologi pangan berfungsi sebagai pemanis dan sekaligus sebagai pengawet bila konsentrasinya cukup tinggi. Namun perlu diwaspasdai bahwa pemanasan pada suhu tinggi (160 – 186oC) bisa terjadi karamelisasi yang mengakibatkan warna coklat atau gosong.
Garam dapur (NaCl) bersama-sama dengan bumbu lainnya, dalam teknologi pangan berfungsi sebagai bumbu untuk mendapatkan citarasa tertentu (asin, gurih). Selain itu, garam juga mampu menurunkan rasa manis dan suhu karamelisasi sehingga tidak cepat gosong. Dalam pembuatan rengginang “LESTARI”, gula yang ditambahkan sekitar 10 % , garam, bawang putih dan kemiri masing-masing 2 % .
Pada proses pembuatan rengginang, mula-mula beras ketan putih direndam selama sekitar 12-14 jam, kemudian ditiriskan, lalu dikukus selama sekitar 40 menit. Perendaman bertujuan untuk memberikan kesempatan penetrasi air kedalam biji beras, sehingga membantu proses pemasakan biji beras selama pengukusan. Perendaman yang kurang waktu apalagi tidak dilakukan perendaman, menyebabkan pemasakan hanya di lapisan luar biji beras ketan saja, sehingga tidak mampu menghasilkan rengginang dengan baik (antar butiran beras ketan tidak kompak). Setelah dikukus, beras ketan yang masih dalam keadaan panas dicampur dengan bumbu (kemiri, bawang, garam, atau gula), kemudian beras ketan dicetak (tipis, bulat dengan diameter sekitar 5 cm), lalu dijemur. Penjemuran rengginang membutuhkan waktu 2 hari pada keadaan terik matahari atau sekitar 5 hari bila keadaan tidak menentu. Setelah dijemur, rengginang siapdigoreng, kemudian dikemas dan dipasarkan. Penggorengan rengginang dilakukan dengan sistem deep frying (bahan digoreng dalam minyak yang cukup banyak, sehingga bahan tercelup didalamnya). Penggorengan dilakukan pada suhu tinggi sekitar 170oC sehingga menghasilkan rengginang yang renyah.