UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Rabu, 30 November 2011

Proses Pencetakan Rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman

Banyak orang yang penasaran bagaimana sih cara mengoperasikan Alat Pencetak Rengginang INOVASI yang ditawarkan ini ?. Supaya tidak penasaran dan meberikan gambaran nyata, berikut ini saya sajikan Video proses pencetakan rengginang di UKM Rengginang Lestari Sleman Yogyakarta. Tapi jangan heran ya, alat pencetak yang digunakan ini kelihatan "jadul" banget, maklum sajalah alat yang digunakan tersebut dibuat tahun 2004-an. Untuk alat yang ditawarkan ini, tentunya sudah mengalami penyempurnaan disana-sini dan sudah didesain ulang sehingga unjuk kerja dan tampilannya lumayan OK. Akhirnya selamat menyaksikan saja, semoga dapat memberikan gambaran bahwa pengoperasian alat ini begitu mudah, sangat sederhana dan bisa dioperasikan siapa saja, termasuk para wanita sekalipun.



PROSES PENCETAKAN RENGGINANG - SEDERHANA & MUDAH


ALAT PENCETAK RENGGINANG SAAT INI

Rabu, 16 November 2011

Rahasia Agar Rengginang Tidak Lengket Selama Pencetakan

Kita semua tahu bahwa rengginang dibuat dari bahan beras ketan putih atau beras ketan hitam yang dikukus sehingga bersifat lengket. Sifat lengket ini disebabkan karena terjadi pemasakan atau gelatinisasi pati beras ketan yang dikukus. Sifat lengket ini dalam proses pencetakan rengginang cukup mengganggu, sebab beras ketan kukus cenderung lengket di tangan ataupun cenderung menggumpal antara beras ketan yang satu dengan yang lain, sehingga cukup mengganggu selama proses pencetakan rengginang. Lalu, bagaimana solusinya ????
Solusinya adalah dengan AIR. Celupkan tangan anda sebentar sebelum mengambil gumpalan beras ketan kukus. Upaya mencelupkan tangan ke dalam air tsb dimaksudkan untuk membasahi tangan sehingga tidak lengket pada saat melakukan pencetakan rengginang. Tapi ingat jangan terlalu basah tangan anda, sebab jika tangan anda terlalu basah akan berakibat beras ketan menjadi terlalu basah, antar butiran beras ketan yang satu dengan yang lain tidak lengket lagi, dan setelah dicetak menjadi rengginang cenderung mudah retak atau hancur.
Solusi yang kedua yaitu pada bagian alat yang bersentuhan langsung dengan beras ketan kukus dibuat dari bahan sejenis plastik. Dengan bahan tersebut, beras ketan kukus tidak akan lengket lagi pada saat dilakukan proses pencetakan. Berdasarkan alasan-alasan itulah maka pada bagian yang bersentuhan dengan beras ketan kukus dari Alat Pencetak Rengginang INOVASI ini dibuat dari bahan khusus sehingga tidak lengket. Demikianlah rahasia bagaimana menyiasati sifat lengket dari beras ketan kukus pada proses pencetakan rengginang beras ketan. Semoga bermanfaat.

Rengginang Muntilan - Kab. Magelang Jawa Tengah

Dalam tulisan saya sebelumnya sudah saya kemukakan bahwa  di berbagai wilayah di Indonesia, ada banyak macam rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda. Perbedaan itu terutama dalam hal bumbu yang ditambahkan, variasi bentuk rengginang, dan juga variasi ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang tersebut kurang lebih relatif sama atau serupa. Salah satu daerah produksi Rengginang di Jawa Tengah adalah Muntilan - Kab. Magelang.

Apa Cirikhas Rengginang Muntilan ?
Cirikhas rengginang Muntilan yang dengan mudah dapat kita kenali adalah bentuknya, yaitu berbentuk lingkaran dengan cekungan di bagian tengahnya. Umumnya mempunyai ketebalan bibir cekungan sekitar 5 mm dan  ketebalan rengginang sekitar 1 cm - 1,5 cm tergantung besar kecilnya ukuran rengginang. 

Bagaimana Cara Menghasilkan Bentuk Rengginang Lingkaran Bercekung tersebut ?
Tentu saja dengan alat cetak. Alat cetak yang digunakan umumnya masih sangat  sederhana, yaitu dengan plastik yang dibuat lingkaran dengan diameter tertentu dan alas kayu atau bahan lain yang dibentuk sedemikian rupa untuk menghasilkan cekungan di bagian tengahnya. Umumnya alat cetak yang digunakan lebih dari satu sesuai dengan jumlah pekerja, sehingga setiap pekerja akan menggunakan alat cetak sendiri-sendiri. Keseragaman hasil cetakan yang diperoleh sangat tergantung pada keseragaman alat cetak yang dibuat. Selain itu juga bagaimana tingkat ketrampilan dari masing-masing pekerja. 

Adakah Kelemahan Cara Pencetakan Secara Mannual ini ?
Menurut pengamatan saya, YA..... ada kelemahannya. Besarnya tekanan yang tidak sama yang diberikan oleh masing-masing pekerja selama proses pencetakan rengginang dengan tekanan tangan merupakan kelemahan utama pada proses pencetakan secara manual ini, sehingga berpotensi menghasilkan rengginang goreng yang mudah hancur (tidak kokoh). Belum lagi penggunaan alat cetak yang tidak standard yang jumlahnya lebih dari satu sangat berpotensi menghasilkan bentuk yang tidak standard.

Lalu... bagaimana solusinya ?
Solusinya adalah menggunakan alat cetak yang menjamin dapat memberikan tekanan sama pada setiap hasil cetakan rengginang, tidak peduli dilakukan oleh siapapun pekerjanya, dan seberapa lama pengalamannya. Dengan kata lain, meskipun rengginang ini dicetak oleh pekerja baru sekalipun, akan tetap meghasilkan rengginang dengan kualitas yang sama bila dicetak oleh pekerja yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Untuk menjamin keseragaman bentuk rengginang yang dicetak, harus menggunakan mal atau pola cetakan yang sama persis bentuk maupun ukurannya. Dengan cara-cara tersebut, maka keseragaman ukuran dan bentuk serta kekokohan rengginang yang dihasilkan dapat dijamin seragam dan standard.

Adakah alat pencetak rengginang yang dimaksud ?
Tentu saja ada. Alat pencetak rengginang ini didesain untuk mengatasi kelemahan tersebut yaitu kendala pengalaman pekerja dan keseragaman ukuran maupun bentuk rengginang yang dihasilkan. Pengalaman pekerja yang masih rendah umumnya menghasilkan produktivitas yang rendah pula. Hanya dengan pengalaman sajalah pekerja tersebut mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi, namun hal ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Alat pencetak rengginang yang dimaksud adalah Alat Pencetak Rengginang INOVASI. Alat ini cara kerjanya sangat sederhana persis seperti layaknya cara kerja alat penutup botol, sehingga mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk pekerja baru sekalipun. Alat ini dilengkapi dengan ujung penekan yang tidak lengket pada beras ketan kukus dan dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan rengginang dengan bentuk cekungan dan ketebalan bibir cekungan yang seragam. Dengan alat ini, dijamin kendala pekerja yang belum berpengalaman dapat teratasi, bentuk dan ukuran rengginang dijamin seragam, serta renginang yang dihasilkan lebih kompak dan kokoh sehingga memperkecil rengginang yang hancur atau rusak selama penggorengan dan pemasaran. Apakah anda menghadapi masalah ini dan tertarik ingin membuktikannya ?. Hubungi kami sekarang juga.

Selasa, 15 November 2011

Miss Universe 2011 Doyan Rengginang

Maria Selena & Leila Lopes (Foto: Dede/Okezone)
Selain memperlihatkan kekaguman pada ragam kerajinan Indonesia, Miss Universe 2011 Leila Lopes juga menyukai penganan khas Indonesia. Apa yang dicicipinya?
Saat berkesempatan berkunjung ke Pendopo, sebuah rumah batik dan pusat kerajinan Indonesia di Living World, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Leila Lopes sempat mencicipi camilan khas Nusantara.
Sebelumnya, Leila yang ditemani Puteri Indonesia 2011 yang baru terpilih semalam, Maria Selena tersebut berkeliling gerai melihat keindahan batik serta kerajinan tangan lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Usai berjalan sekira 10 menit, akhirnya tibalah Leila di area jajanan yang menyediakan berbagai camilan khas Indonesia. Di area tersebut, Leila pun sempat mencoba beberapa penganan yang disediakan Pendopo.
"Ini adalah rengginang, salah satu makanan khas Jawa Tengah, asalnya Maria Selena -Puteri Indonesia 2011 yang baru terpilih," kata Mutia Kumala selaku Director Home Center Indonesia menemani langsung kunjungan di gerai miliknya. Rengginang ini dibuat dari beras ketan putih atau beras ketan hitam dan cara membuatnya cukup mudah dengan cara dicetak. Beberapa daerah produsen rengginang diantaranya Muntilan, Borobudur, Magelang, Sleman, Banjarnegara, Banyuwangi, Madura (rengginang Lorjuk) , Bandung, Garut, Bogor, dan masih banyak lagi daerah produsen lainnya.



Hasrat penasaran Leila pun kemudian menggugahnya mencicipi beberapa makanan tersebut. Di situ, Leila sempat mencicipi beberapa makanan, di antaranya gambang, cokodot (coklat dodol), dan rengginang atau ada yang menyebutnya kerupuk rengginang. Rengginang ini ada bermacam-macam rasa, diantaranya rengginang rasa keju, rasa bawang, rasa gurih, rasa manis, rasa ikan, udang, terasi, dan lainnya.  


Sumber : Dwi Indah Nurcahyani - Okezone