UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Rabu, 04 Januari 2012

Analisa Ekonomi Usaha Rengginang "UKM Lestari" Sleman

Mungkin banyak orang bertanya-tanya dalam hati, SEANDAINYA saya berbisnis rengginang, usaha tersebut  bakalan menguntungkan apa enggak sih?. Kalau untung, seberapa besar keuntungannya, berapa Titik Impas atau Break Event Point / BEP - nya, berapa lama saya bisa mengembalikan pinjaman bank seandainya modal yang digunakan berasal dari pinjaman di Bank, dan masih banyak lagi pertanyaan terkait  lainnya.Ya... pertanyaan-pertanyaan seperti itu perlu diketahui jawabannya agar kita semakin yakin sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian ada gambaran kepastian dan resiko yang dihadapi semakin kecil.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dilakukan analisa ekonomi, dan sebagai contoh disini akan dilakukan analisa ekonomi usaha rengginang di UKM Lestari Sleman Yogyakarta. Data-data yang dikemukakan disini adalah data riil - apa adanya di UKM dengan beberapa asumsi. Secara garis besarnya, untuk dapat melakukan perhitungan analisa ekonomi diperlukan data-data tentang Beaya Tetap, Beaya Variabel, kebutuhan alat dan mesin berikut harga satuan,  kebutuhan bahan baku dan harga per satuan, hasil produksi per satuan waktu, harga jual produk per satuan, bunga bank, dan sebagainya.
Beaya Tetap (Fix Cost) adalah beaya yang selalu dikeluarkan dalam jumlah tetap pada berbagai tingkatan kapasitas produksi (dari kapasitas 0 % sampai kapasitas penuh 100 %). Dalam hal ini, meskipun usaha sedang tidak berproduksi (kapasitas produksi 0 %) maka tetap ada beaya yang dikeluarkan yaitu beaya  Tetap tersebut. Yang termasuk dalam beaya tetap ini adalah beaya penyusutan alat dan mesin, pajak, dan bunga bank. Khusus untuk alat dan mesin, keduanya mempunyai umur pakai ekonomis (dalam satuan waktu, misalnya bulan atau tahun). Besarnya beaya penyusutan (Rp per satuan waktu) ditentukan dengan membagi harga alat atau mesin dengan umur ekonomisnya. Jadi, data harga alat atau mesin diperlukan untuk perhitungan beaya penyusutan per bulan atau tahun, BUKAN dipergunakan langsung dalam perhitungan seperti pada harga bahan dasar atau bahan baku lainnya.
Beaya Variabel (Variable Cost) adalah beaya yang besarnya tidak tetap (variabel) yang dikeluarkan sesuai dengan besarnya kapasitas produksi. Dalam hal ini beaya variabel yang dikeluarkan pada kapasitas 20%, 50% dan 100% akan berbeda jumlahnya. Yang termasuk komponen beaya variabel ini adalah bahan baku, bahan pembantu, bahan bakar (kayu, gas, minyak, solar, dll), pengemas, tenaga kerja, dll. Untuk mengetahui berapa beaya variabel yang dikeluarkan, harus diketahui kebutuhan bahan dan harga satuannya.
Setelah mengetahui Beaya Tetap, Beaya Variabel dan Hasil Produksinya, maka dapat dihitung BEP dan  HPP (Harga Pokok Penjualannya). HPP tersebut sebagai dasar untuk menentukan atau evaluasi Harga Jual produk yang sudah ditentukan atau akan ditentukan. Dengan harga jual yang telah ditentukan tersebut, maka dapat dihitung berapa besarnya keuntungan yang dapat diraih serta berapa lama waktu untuk mengembalikan modal pinjaman bank (ROI = Return On Investment).
Demikian penjelasan sekilas tentang perhitungan analisa ekonomi suatu usaha secara umum. Untuk memberikan gambaran nyata, berikut contoh perhitungan Analisa Ekonomi Usaha Rengginang UKM Lestari Sleman Yogyakarta ( dapat dilihat DISINI Atau bisa didownload DISINI ).

0 komentar:

Posting Komentar