UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Sabtu, 25 Februari 2012

Alat Cetak Rengginang & PNPM Mandiri

Tidak lama lagi, pemerintah terpaksa harus menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi yang tak tertahankan lagi. Itu artinya, serentetan panjang dampak kenaikan harga BBM akan segera kita hadapi, misalnya kenaikan harga-harga barang dan kebutuhan sehari-hari akibat meningkatnya ongkos transportasi. Bagi masyarakat miskin atau tidak mampu, hal ini tentu saja akan semakin memberatkan mereka dan semakin tidak berdaya. Lalu siapa yg peduli memberdayakan mereka ?.
Pernah dengar PNPM Mandiri ? Ya.... PNPM Mandiri atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri adalah salah satu program pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Program penanggulangan kemiskinan ini ada empat klaster, yaitu :
  1. Klaster pertama yaitu Perlindungan Sosial , berupa beasiswa bagi siswa miskin, Jamkesmas, Jampersal, Raskin, dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Semua itu bagian dari perlindungan sosial untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi beban masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan dan lain-lain. 
  2. Klaster Kedua berupa Program Pemberdayaan seperti program PNPM yang setiap tahun dikeluarkan anggaran sekitar Rp12 triliun sampai Rp15 triliun.
  3. Klaster ketiga berupa Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR)
  4. Klaster keempat berupa program-program penyediaan murah seperti angkutan desa murah, listrik murah, rumah murah, dan air murah.

Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi Ibu Dwi dari Cepu Jawa Tengah. Beliau adalah Anggota BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) "JATI SEJAHTERA" Kel. Ngelo - Kec. Cepu Kab. Blora - Jawa Tengah -sebuah organisasi masyarakat dalam pelaksanaan PNPM Mandiri. Beliau menyampaikan maksudnya untuk memberdayakan masyarakat sekitar  dengan membentuk usaha produktif rengginang. Saking semangatnya, KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat ini sudah menyiapkan nama yang cukup inspiratif dan penuh harapan yaitu KSM Rengginang MEKAR. Nama itu mengandung makna dan harapan "Semoga Usaha Rengginang yang Akan Dibangun KSM ini Mampu Mekar atau Berkembang Pesat layaknya Rengginang yang Mekar saat Digoreng dalam Minyak Panas", begitulah kira-kira. Beliau dan rombongan (perwakilan) bermaksud mengadakan kunjungan ke UKM Rengginang di Sleman Yogyakarta pertenghan Maret bulan depan. Kesigapan anggota KSM inilah yang patut dicontoh dan diteladani karena berani mengambil tindakan dalam menentukan jenis kegiatan produktif apa yang prospektif bagi kesejahteraan semua anggotanya. 
Kunjungan ke UKM tersebut bagi saya dan juga rombongan Ibu Dwi, tentu saja mempunyai arti sangat penting. Beliau dkk dapat melihat dari dekat, dapat belajar, dapat menggali pengalaman, dapat ikut praktek mencoba alat, dapat berdiskusi, dan sebagainya. Saya yakin dengan model pembelajaran seperti ini, upaya memberdayakan masyarakat akan berhasil, sebab mereka sudah mendapatkan gambaran jelas tentang usaha yang akan ditekuninya.
Alat cetak rengginang ini memang bukan alat otomatis, tetapi masih dioperasikan secara mannual. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru memvonis bahwa alat yang dikerjakan secara otomatis pasti lebih baik dari cara mannual. Ketahuilah bahwa masyarakat UKM itu sangat beragam, dan secara umum mempunyai keterbatasan kemampuan permodalan dan ketrampilan SDM. Jadi, jangan heran kalau penggunaan alat-alat otomatis yang dalam mengoperasikannya harus mengeluarkan beaya tambahan untuk BBM ataupun Listrik umumnya ditinggalkan (tidak mau menggunakan alat tersebut meskipun alat tsb diberikan gratis). Tidak sedikit kisah nyata tentang hal ini.
Alat cetak rengginang ini sesungguhnya hanya menyederhanakan proses pencetakan rengginang saja, sehingga proses pencetakan rengginang menjadi LEBIH MUDAH, LEBIH PRAKTIS, LEBIH PRODUKTIF, LEBIH SERAGAM, LEBIH KOMPAK, LEBIH INOVATIF, LEBIH VARIATIF BENTUKNYA, dan LEBIH MULTIGUNA -TIDAK HANYA UNTUK MENCETAK RENGGINANG SAJA. Dan berbagai manfaat lebih yang diperoleh tersebut TIDAK PERLU MENAMBAH BEAYA PRODUKSI (TIDAK PERLU BAYAR BBM ATAU LISTRIK). Itulah KEUNGGULAN ALAT INI yang saya yakini merupakan JAWABAN MENGAPA ALAT INI MASIH DIPAKAI DI UKM RENGGINANG LESTARI DI SLEMAN YOGYAKARTA sejak saya perkenalkan tahun 2003/2004 yang lalu hingga sekarang. 

Semangat Rombongan Ibu-Ibu dari Imogiri Bantul di UKM Rengginang  Sleman
Satu hal lagi, agar lebih optimal dioperasikan, alat ini lebih baik bila dikerjakan secara kelompok minimal 3 orang untuk 1 unit alat cetak rengginang (alat ini tentu saja dapat dioperasikan sendiri, tetapi menjadi tidak maksimum effisiensinya). Jumlah pekerja 3 orang tersebut rinciannya adalah 2 orang bertugas mengisi beras ketan kukus kedalam mal cetakan dan 1 orang bertugas  mengoperasikan alat cetak. Kalau pekerjanya lebih dari 3, maka kelebihan pekerja tsb bisa dialokasikan untuk pekerjaan penjemuran, pengukusan beras ketan, magemen, dan pemasaran. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan masyarakat dengan membentuk usaha produktif rengginang menggunakan Alat Cetak Rengginang INOVASI ini sangat tepat, sebab mampu melibatkan dan memberdayakan banyak orang (maaf... ini tidak  bermaksud promosi, tetapi saya sangat meyakininya).
Akhirnya kepada Ibu Dwi dan para pengurus kelembagaan masyarakat BKM dalam program PNPM Mandiri dimana saja berada, selamat berjuang. Kalau bukan kita-kita, lalu siapa lagi yang peduli kepada kaum miskin atau yang kurang sejahtera ini ?. Kepada para anggota KSM peserta PNPM, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, berjuanglah merubah nasib anda, sebab nasib anda tidak akan berubah kalau anda sendiri tidak peduli dan berupaya merubahnya sendiri. Percayalah, anda pasti bisa !!! Salam Sukses.

0 komentar:

Posting Komentar