UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Rabu, 22 Februari 2012

Cara Menggoreng Rengginang Yang Benar

Menggoreng adalah salah satu cara pengolahan pangan dengan medium penggorengan tertentu untuk menghasilkan produk olahan yang siap dikonsumsi. Secara teoritis, pada prinsipnya ada 2 macam cara penggorengan yang banyak dilakukan, yaitu =
  1. Penggorengan dengan Medium Minyak Goreng (Deep Frying & Sauteing). Penggorengan dengan medium minyak dalam jumlah cukup banyak sehingga bahan yang digoreng tercelup minyak disebut deep frying, sedangkan penggorengan dengan jumlah minyak sedikit seperti yang banyak dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga ketika memasak di dapur disebut Sauteing atau Penumisan. Pada penggorengan rengginang menggunakan metode Deep Frying.
  2. Pengorengan dengan Medium Non-Minyak Goreng (biasanya dengan Pasir ataupun Udara Panas saja). Metode ini disebut juga dengan Goreng Sangan atau Sangrai. Metode ini biasa digunakan untuk menggoreng "kerupuk Melarat" atau "Kerupuk Disel" yang menggunakan medium Pasir. Yang menggunakan medium Udara Panas biasanya penggorengan Kopi Biji atau Kacang Tanah Polong.
Khusus pada penggorengan rengginang, untuk mendapatkan hasil penggorengan yang baik dalam arti mampu mekar / mengembang maksimal dan tidak gosong, diperlukan persyaratan sbb =
  1. Rengginang mentah yang akan digoreng harus betul-betul kering. Setidaknya rengginang harus dijemur sekitar 3-4 hari.
  2. Suhu minyak goreng dikendalikan sekitar 170 oC. Penggorengan dengan suhu yg lebih tinggi menyebabkan rengginang cepat gosong. Untuk mengetahui suhu penggorengan sesuai dengan yg dibutuhkan, tentu saja diperlukan alat ukur suhu (termometer). Gunakan termometer payung untuk keperluan tersebut. 
  3. Jika anda tidak mempunyai alat ukur suhu, sebaiknya gunakan wajan penggoreng dari bahan besi daripada menggunakan wajan penggoreng Aluminium. Hal ini karena kecepatan perambatan panas dari wajan besi lebih lambat daripada wajan penggoreng Aluminium. Dengan kata lain, penggunaan wajan Aluminium cenderung lebih cepat panas dan hal ini berpotensi menyebabkan rengginang cepat gosong. Sebetulmnya yg dipentingkan disini adalah pengendalian suhu penggorengannya. Sejauh suhunya dapat dikendalikan dengan baik, penggunaan wajan penggoreng dari bahan Besi maupun Aluminium tidak masalah.
  4. Teknik menggoreng harus benar. Masukkan rengginang mentah maksimum 2 buah untuk setiap orang yang menggoreng agar mampu "mengendalikannya" agar rengginang tidak gosong dan dapat mengembang maksimal. Setiap rengginang yg digoreng harus dibenamkan / dicelup dalam minyak goreng panas sambil digoyang-goyangkan sampai mengembang. Setelah itu harus dibalik dan dibenamkan lagi agar mengembang merata kedua sisinya dan tidak melengkung. Cara penggorengan yg tidak benar menghasilkan rengginang yg melengkung dan hal ini akan menyulitkan saat pengemasan.
  5. Segera angkat dengan serok setelah rengginang melayang. Jangan biarkan terlalu lama setelah rengginang melayang, sebab dalam beberapa saat saja rengginang tsb akan segera hangus / gosong.
  6. Tiriskan dan dinginkan rengginang dalam wadah yang disediakan. Setelah dingin, rengginang siap dikemas dalam plastik dengan jumlah tertentu (ada yg berisi 10 buah, ada pula yang berisi 20 buah dalam setiap kemasan, tergantung dari besar-kecilnya ukuran rengginang).
Demikian uraian sekilas cara menggoreng rengginang yang benar. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, silahkan simak video cara menggoreng rengginang  berikut ini.

Saya Yakin Anda Juga Mampu Melakukannya

    0 komentar:

    Posting Komentar