UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Rabu, 07 November 2012

Aneka Cara Pembuatan Sale Pisang Goreng

Ada berbagai macam Sale Pisang di Pasaran. Kalau dicermati, sale-sale pisang tersebut diproses dengan cara yang berbeda-beda. Khusus Sale Pisang Goreng yang berbentuk tipis, pada prinsipnya ada Tiga cara untuk membuatnya, yaitu =
  1. Pisang masak diiris tipis-tipis, kemudian dijemur secara tunggal. Setelah kering kemudian dibalur adonan tepung dan digoreng. Karena ukuran pisang bermacam-macam dan tidak seragam, maka cara   ini menghasilkan sale pisang yang berukuran tidak seragam.
  2. Pisang masak diiris Tipis-tipis, kemudian disusun secara berdempetan sehingga membentuk lembaran yang cukup besar. Setelah cukup kering, lembaran ini kemudian dipotong-potong dengan ukuran tertentu, selanjutnya dibalur tepung dan digoreng. Untuk membuat sale gulung, lembaran sale dipotong dengan ukuran yang lebih besar sehingga bisa digulung.
  3. Pisang tidak diiris tipis, tetapi pisang dibelah menjadi 2-4 bagian (tergantung besar kecilnya pisang).  Selanjutnya pisang digencet dengan alat pemipih yang mempunya ketebalan tertentu, kemudian pisang gencet yang tipis tersebut dijemur tunggal atau bisa juga dibuat lembaran seperti pada cara ke-2 sampai cukup kering, dibalur tepung, dan selanjutnya digoreng. Untuk mendapatkan bentuk yang lebih rapi, biasanya dilakukan pemotongan dengan gunting setelah digoreng (lihat videonya).
Cara 1 - Pisang Diiris Tipis & Dijemur Tunggal

 
Cara 2 - Pisang Diiris Tipis & Disusun Menjadi Lembaran & Dipotong Sesuai Ukuran

Cara 3 - Pisang Digencet & Dijemur Tunggal ATAU Bisa Disusun 
Menjadi Lembaran Seperti pada Cara 2

Demikianlah beberapa cara pembuatan sale pisang goreng. Menurut hemat saya, pembuatan sale pisang dengan cara diiris tipis mempunyai beberapa kelemahan yaitu ketebalan irisan pisang relatif tidak seragam, dibutuhkan ketrampilan dalam mengiris pisang tipis-tipis (tidak setiap orang mampu mengerjakannya). 
Cara yang terbaik adalah cara ke-2 dan ke-3. Kedua cara ini dapat mengolah buah pisang dengan ukuran sale pisang yang cukup lebar dan dibuat sale dengan ukuran yang dikehendaki, meskipun buah pisang yang diolah  tidak seragam sekalipun (ukuran besar dan kecil). Namun demikian apabila mengiris tipis pisang menjadi kendala yang cukup berarti, maka cara yang paling baik adalah dengan model digencet (Cara ke-3). 
Cara ini dapat mengolah semua buah pisang dengan berbagai ukuran dan dapat dikerjakan oleh siapa saja, sebab yang diperlukan adalah proses menggencet atau mengepres saja. Berdasarkan prinsip itulah, maka perlu dikembangkan alat pengepress sale pisang dan juga produk olahan makanan sejenis lainnya, misalya kerupuk gendar ataupun emping. Beginilah wujud alat pegepres sale pisag kerupuk gedar, emping ketan, emping gethuk, dll.





Alat ini bisa digunakan untuk mengepres olahan makanan apa saja sehingga dapat meghasilkan produk akhir yg pipih atau tipis, misalya kerupuk gendar /karak nasi, emping ketan, emping gethuk, sale pisang dan lain-lain. Jadi alat ini sagat multiguna....

Bisakah Untuk Membuat Sale Pisang ?

Setelah cukup lama bermain-main dengan Rengginang dan saya anggap sudah cukup, dalam benak saya timbul ide-ide baru untuk mengembangkan lebih lanjut Alat Pencetak Rengginang ini. Pertanyaan yg menggelitik dan menantang saya adalah "Bisakah Alat Ini Untuk Membuat / Mengepres Sale Pisang ?". Inspirasi ini muncul ketika saya menyaksikan tayangan Televisi (TVRI) tentang Aktivitas Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rukun yang sedang membuat Sale Pisang Goreng.



Bagaimana, mudah sekali bukan ?. Saya yakin sekali bahwa setiap orang -termasuk anda- mampu melakukannya !!! Coba anda amati di sekitar anda ?. Berapa banyak saja produksi pisang di sekitar anda dan berapa banyak pula yang sudah dimanfaatkan dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat ?. Saya yakin belum secara maksimal dimanfaatkan semuanya.
Bagi anda calon-calon pengusaha,  terutama ibu-ibu dan generasi muda di pedesaan, tayangan video di atas semoga dapat memberikan inspirasi baru untuk lebih memberdayakan potensi pisang di sekitar anda dan memberdayakan ibu-ibu serta generasi muda untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sale Persegi Panjang

Sale Gulung

Selasa, 06 November 2012

Rahasia Mengukus Beras Ketan Yang Benar

Membuat rengginang itu gampang-gampang susah. Bagi yang sudah tahu ilmunya, membuat rengginang itu gampang banget. Tapi sebaliknya bagi yang belum tahu ilmunya, sepertinya membuat rengginang itu terasa susah banget, sebab mungkin hasilnya bantat, tidak mau mekar atau mengembang, rengginangnya terasa "nglethis" atau masih mentah, rengginang goreng mudah hancur, dan sebagainya.
Menurut saya, ketrampilan mengukus beras ketan dengan benar ini harus dikuasai dengan baik, sebab ketrampilan ini merupakan kunci pokok dalam membuat rengginang. Jika proses mengukus sudah dikuasai, maka proses pencetakan dan proses lainnya akan menjadi lebih mudah. Berikut ini saya akan membagikan secara cuma-cuma alias gratis tentang cara mengukus beras ketan yang benar.  Dengan ilmu ini, saya berharap semoga para pembaca mampu membuat rengginang dengan benar.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengukus beras ketan, yaitu :
  1. Varietas atau jenis beras ketan yang digunakan harus sesuai untuk membuat rengginang. Di pasaran ada beberapa varietas beras ketan, antara lain Lusi, Ketonggo, Kutuk, Var Lokal, dll. Secara ilmiah, masing-masing varietas tsb mempunyai komposisi amilosa dan amilopektin yang berbeda. Perbedaan komposisi inilah yang menyebabkan setiap beras ketan mempunyai kesesuaian untuk diolah menjadi produk olahan pangan tertentu, misalnya ada varietas beras ketan tertentu yang sesuai untuk lemper, untuk jadah, untuk wajik, dan juga untuk rengginang. Dari pengalaman ibu Sutiyem (UKM Rengginang Lestari Sleman Yogyakarta), varietas beras ketan yang paling sesuai untuk menghasilkan rengginang yang baik adalah Varietas Kutuk. Varietas ini di pasaran disebut juga Beras Ketan Tholo. Beras Ketan ini mempunyai Ciri-ciri kenampakannya Berbentuk Lonjong - Gemuk dan Pendek. Bentuk ini nampak jelas bedanya dengan Beras Ketan ainnya yang cenderung Lonjong dan panjang. Untuk varietas atau jenis Lusi dan Ketonggo, pada prinsipnya bisa juga dibuat rengginang, tetapi dibutuhkan pengalaman lebih untuk mengetahui lama perendaman dan lama pengukusannya. Kegagalan dalam tahapan ini berakibat gagalnya produksi rengginang, misalnya bantat, tidak mau mekar, ataupun mudah hancur saat digoreng maupun saat dikemas. Hal ini berbeda dengan Varietas Kutuk yang relatif lebih mudah memprosesnya dan rerngginang yang dihasilkan lebih baik. 
  2. Keseimbangan lama perendaman dan lama pengukusan. Perendaman merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses membuat rengginang. Tahapan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan terjadinya penetrasi air kedalam beras ketan, sehingga akan memudahkan dan mempersingkat  proses pemasakan beras ketan selama pengukusan. Pada prinsipnmya ada korelasi yang signifikan antara lama perendaman dan lama pengukusan. Perendaman yang cukup akan mempersingkat lama waktu pengukusan, sebaliknya perendaman yang kurang akan berakibat pada waktu pengukusan yang lebih lama. Pengukusan yang lama ini berdampak pada waktu proses yang panjang dan juga beaya produksi untuk Bahan Bakar (Gas atau Kayu) juga semakin membengkak. Yang terbaik adalah waktu perendaman cukup sehingga waktu pengukusan lebih singkat. Dari pengalaman ibu sutiyem, perendaman beras ketan Kutuk butuh waktu sekitar 3 jam dan lama pengukusan hanya sekitar 30 menit saja. Pengalaman lain menginformasikan bahwa Waktu Perendaman sekitar 12 jam hanya membutuhkan waktu pengukusan 10 menit saja. Cara ini jauh lebih menghemat Bahan Bakar sehingga menghemat beaya produksi (Coba bandingkan dengan yang lama pengukusan 30 menit di atas). Lama pengukusan yang berlebihan akan menyebabkan butiran beras ketan pecah dan bila dicetak menghasilkan rengginang yang bantat - tidak mau mengembang dengan baik. Pengukusan yang optimal menghasilkan beras ketan kukus yang matang namun butiran beras ketannya masih utuh - tidak sampai pecah. 
  3. Memahami dan Menguasai Akhir Proses Pengukusan.  Tingkat pengukusan optimal yang diinginkan yaitu  beras ketan kukus matang namun butiran beras ketannya masih utuh - tidak sampai pecah. Untuk mengetahuinya, selama proses pengukusan berlangsung harus dimonitor atau dilihat kondisi beras ketan yang dikukus. Selama pengukusan akan terjadi perubahan warna butiran beras ketan, yaitu dari putih susu perlahan - lahan kearah transparan. Sampai tahapan ini apabila proses pengukusan dilanjutkan terus akan menyebabkan butiran beras ketan kukus pecah dan untuk keperluan pembuatan rengginang tidak dikehendaki sehingga harus dihindari, sebab rengginang goreng yang dihasilkan menjadi bantat tidak bisa mekar atau mengembang. Jadi, sekali lagi harus dipegang erat-erat bahwa tingkat kematangan beras ketan kukus yang dinginkan untuk pembuatan rengginang yaitu beras ketan kukusnya sudah matang tetapi butiran beras ketannya masih utuh - tidak sampai pecah.

Demikianah rahasia cara pengukusan beras ketan yang benar untuk menghasilkan rengginang yang mampu mekar dan renyah. Saya yakin hal ini tidak sulit dan anda mampu melakukannya. Cukup dengan beberapa kali percobaan atau praktek mengukus beras ketan sambil anda cermati dan pelajari betul-betul, saya yakin anda tahu persis bagaimana perilaku beras ketan selama pengukusan. Tahap ini harus anda kuasai, sebab tahap ini paling menentukan apakah rengginang yang dihasilkan nantinya mampu mekar / mengembang dengan baik ataukah tidak. Selamat mencoba.