UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Rabu, 23 Januari 2013

Rengginang Cinta & Bentuk Inovasi Lainnya


Size and Shape (Bentuk dan Ukuran) merupakan salah satu atribut mutu produk pangan yang sangat penting bagi produsen maupun konsumen. Bentuk dan ukuran tersebut bagi konsumen merupakan salah satu atribut mutu yang mempengaruhi daya penerimaan untuk  menentukan keputusan membeli atau tidak suatu produk. Itulah sebabnya mengapa bagi produsen rengginang selalu membutuhkan inovasi baru dalam hal bentuk dan ukuran.
Dalam hal rengginang, selama ini kita hanya mengenal rengginang dengan bentuk standart yaitu LINGKARAN, baik bentuk Lingkaran datar / flat maupun bentuk Lingkaran Cekung. Rengginang dengan bentuk Lingkaran ini paling banyak dijumpai di pasaran, baik di Jawa maupun di luar Jawa (yang saya tahu  di Lampung, Aceh dan Samarinda). Mengingat keinginan atau selera konsumen itu berbeda-beda karena segmen pasar yang berbeda-beda, maka tidak salah jika ada konsumen yang menghendaki rengginang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dari yang ada selama ini. Pertanyaannya, bisakah kita menyediakan rengginang dengan bentuk-bentuk inovatif selain bentuk lingkaran tersebut ?.  
Berbekal pengalaman selama ini dan setelah melalui ekperimen berkali-kali, akhirnya keinginan untuk menyediakan rengginang dengan bentuk-bentuk inovatif tersebut saat ini dapat diwujudkan. Beberapa bentuk rengginang inovatif yang sudah berhasil diusahakan adalah bentuk LOVE (Rengginang Cinta), bentuk STADION (saya kesulitan mencari nama yang sesuai, karena bentuknya mirip Stadion Olahraga), bentuk OVAL (Lonjong - oval), bentuk BUJUR SANGKAR (panjang sisinya sama),  bentuk PERSEGI PANJANG, dan bentuk DONAT (bentuk ini modifikasi dari bentuk LINGKARAN). Bentuk lain seperti bentuk BINTANG sebenarnya juga dapat dibuat, tetapi hasilnya kurang memuaskan karena banyak sudut-sudutnya. Insya Alloh kedepan akan dikembangkan lagi bentuk-bentuk inovatif lainnya yang memungkinkan.
Berikut adalah bentuk-bentuk  Rengginang Inovatif yang sudah dikembangkan. Semoga dapat memenuhi harapan para calon konsumen.


Rengginang Cinta - Bentuk LOVE


Rengginang Bentuk STADION OLAH RAGA


Rengginang Bentuk OVAL - LONJONG


Rengginang Bentuk BUJUR SANGKAR


Rengginang Bentuk PERSEGI PANJANG


Rengginang Bentuk DONAT - LINGKARAN BERLUBANG


Rengginang Bentuk LINGKARAN - Bentuk Standart

Kue Unthuk Cacing & Alat Pencetaknya

Masyarakat kita ini memang paling pinter kalau memberi nama sesuatu, termasuk kue yang satu ini. Karena kue ini BENTUKNYA mirip dengan UNTHUK CACING atau rumah cacing, maka diberilah nama Kue ini "UNTHUK CACING".  Tetapi karena kata CACING dianggap menimbulkan persepsi yg "kurang baik" pada sebagian besar masyarakat, maka munculah nama-nama baru untuk menggantinya, misalnya UNCA (singkatan dari Unthuk Cacing) , Kue Akar Kelapa (karena mirip Akar Kelapa), dan mungkin masih banyak lagi lainnya.
Saya teringat kata-kata bijak bahwa "Setiap Orang adalah Guru - Sumber Ilmu & Inspirasi kita" , dan saya baru saja mendapat inspirasi dari seseorang yang menanyakan kepada saya apakah ada alat untuk membuat Kue Unthuk Cacing ?. Jujur saja, saya sudah sering mendengar kue unthuk cacing ini tetapi belum paham betul tentang kue tersebut, terutama bagaimana proses pembuatannya. Oleh karena itu saya searching di google dan dari sanalah saya dapatkan informasi-informasi penting tentang kue unthuk cacing ini, terutama dari http://rb-win.blogspot.com/ yang dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto sehingga menjadi lebih jelas. Berikut ini adalah informasinya =
Rasa camilan ini manis dan renyah mirip - mirip dengan camilan akar kelapa, bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga mudah. Mungkin kesulitannya adalah dalam hal mencari cetakan unik dari batok kelapa ini. 

Bahan dasar untuk membuat camilan ini adalah tepung ketan, telur dan gula dengan ukuran masing - masing tepung ketan 500 gram, telur 4 butir dan gula 200 gram. Tambahkan vanilla secukupnya dan garam 1/2 sendok teh. Dari sumber yang lain, resep kue unthuk ini terdiri dari 150 gr gula pasir, 600 gr tepung beras, 120 gr tepung beras ketan, 1/2 sdt soda kue, 2 butir kuning telor, 100 gr mentega, 1/2 sdt garam, 400 ml santan kental dan minyak goreng secukupnya (http://bloggerstuars.blogspot.com/2009/09/kue-unthuk-cacing-akar-kelapa.html). Secara prinsip, kedua resep tersebut sama, hanya saja pada resep kedua dilakukan sedikit modifikasi untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu yang dinginkan, misalnya ditambahkan soda kue agar mengembang dengan baik.

Proses pembuatannya adalah dengan mengocok telur dan gula hingga gula menjadi larut, tambahkan garam, vanilla dan tepung lalu uleni sampai kalis. Pada saat menguleni adonan, tambahkan air putih sedikit demi sedikit sampai didapat adonan yang pas. Jangan terlalu lembek karena pada saat dicetak bentuknya kurang menarik sebaliknya juga jangan terlalu keras karena saat mencetaknya akan memakan tenaga, yang 'sedang - sedang' saja. Pada sumber yang lain disebutkan bahwa untuk mencetak kue ini dapat digunakan alat pencetak kue sumprit, namun hasilnya seperti apa tidak ditunjukkan ilustrasi fotonya. Yang jelas, agar dihasilkan kue unthuk cacing yang baik bentuknya, sangat diperlukan alat pencetak yang memadai, sehingga prosesnya menjadi lebih mudah, tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk menekannya, terutama bagi kaum ibu yang mengerjakannya. 

Konsistensi Adonan Harus Kalis - Tidak Lembek

Butuh Tenaga Ekstra Untuk Menekan Secara Manual

Tinggal diserok dengan Sendok Untuk Selanjutnya Digoreng

Adonan yang telah dicetak langsung digoreng dengan menggunakan api yang sedang saja, adonan akan mengembang pada saat digoreng biarkan sampai berwarna kuning kecoklatan. biarkan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan dalam wadah tertutup.

Apakah Alat Cetak Rengginang Multiguna ini juga bisa digunakan untuk mencetak Kue Unthuk Cacing ?. Pertanyaan inilah yang harus saya jawab. Secara prinsip, alat ini dapat dimodifikasi untuk tujuan tersebut, sebab proses menekan untuk menghasilkan kue unthuk cacing menjadi lebih ringan dan mudah, terutama bagi ibu-ibu yang mengerjakannya. Keyakinan saya ini diperkuat oleh informasi Bapak Sufaat di Semarang - salah satu pengguna alat cetak rengginang yang juga memproduksi Kue Unthuk Cacing. Beliau ini melakukan sedikit modifikasi sehingga alat cetak rengginangnya dapat juga digunakan untuk mencetak kue unthuk cacing. Saya tidak tahu persis apa yang dilakukan bapak Sufaat untuk memodifikasi alatnya (karena waktu itu saya belum tahu bagaimana proses pembuatan kue unthuk cacing), namun saya bisa membayangkan bahwa mekanisme kerja yang dimanfaatkan dari alat cetak rengginang adalah mekanisme proses penekanan untuk menggantikan proses menekan secara manual. Yang harus saya lakukan sekarang hanyalah memodifikasi membuat kepala cetak sehingga alat ini mampu menghasilkan Kue Unthuk Cacing persis seperti cara tradisional yang diproduksi selama ini. 

Inilah Alat Pencetak Unthuk Cacing Hasil Modifikasi 
Alat PencetaK Rengginang

 Meskipun Belum Sesuai Dengan Yang Diharapkan, TETAPI
Alat Cetak Rengginang Terbukti Bisa Dimodifikasi 
Sebagai Alat Pencetak Unthuk Cacing

Berdasarkan hasil Uji Coba yang belum memuaskan tersebut, maka sekarang ini desain Alat Pencetak Unthuk Cacing dirubah dengan sistem hidraulik / dongkrak, dan Alhamdulillah alat tersebut berhasil diwujudkan dan diuji coba dengan hasil sangat memuaskan seperti yang diharapkan. Hasil selengkapnya bisa disimak disini. 


 Alat Pencetak Unthuk Cacing Sistem Hidraulik

Unthuk Cacing Hasil Pencetakan - Panjangnya 
Dapat Disesuaikan Dengan Yang Diharapkan

Kalau sudah ada yang lebih praktis dan lebih ringan cara mengoperasikannya, mengapa masih bertahan dengan cara tradisional yang lebih menguras tenaga ?. Ayo segera beralih ke Alat Pencetak Unthuk Cacing Sistem Hidraulik sekarang juga. 
Untuk informasi, hubungi 0851 0751 2007 ; 0822 1908 2007 ; 0857 2904 1007. Terima kasih.