UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Jumat, 25 Juli 2014

Rabu, 16 Juli 2014

Variasi Proses Pembuatan Rengginang di Masyarakat

Rengginang adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang dibuat dari bahan beras ketan putih atau hitam, umumnya berbentuk lingkaran dengan ukuran tertentu, berasa manis atau gurih, dan mempunyai tekstur renyah. Di berbagai wilayah di Indonesia, ada beberapa macam rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda. Perbedaan itu terutama dalam hal bumbu yang ditambahkan, variasi bentuk rengginang, dan juga variasi ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang tersebut kurang lebih relatif sama atau serupa.

Berikut adalah salah satu cara membuat rengginang beras ketan yang banyak dilakukan.

  1. Beras ketan dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa gabah ataupun sekam kalau masih ada.
  2. Selanjutnya dicuci bersih, kemudian direndam dalam air selama 3-4 jam (beberapa jenis lain bahkan sampai 12 jam atau 1 malam). Untuk lama perendaman ini sangat tergantung pada jenis beras ketan yang digunakan. Pada intinya proses perendaman ini adalah proses untuk memberi kesempatan terjadinya penetrasi air kedalam butiran beras ketan, sehingga proses pemasakan atau gelatinisasi pati nantinya berjalan dengan sempurna dan cepat.
  3. Setelah direndam, beras ketan selanjutnya ditiriskan.
  4. Proses selanjutnya beras ketan dikukus. Sampai tahap ini, ada yang dikukus 1 kali & ada yang dikukus 2 kali. Pada cara yang dikukus 2 kali, mula-mula beras ketan dikukus ½ matang kemudian ditambahkan / dicampur bumbu-bumbu (bumbu dilarutkan sedikit air agar pencampuran bumbu merata), kemudian dimasak kembali hingga matang, dan selanjutnya barulah dicetak. Pada variasi proses yang hanya dikuks 1 kali saja, beras ketan dikukus sampai ¾ matang (biasanya sekitar 45-50 menit), dan selanjutnya dicampur bumbu dan diaduk merata. Pada variasi ini tidak lagi dilakukan pengukusan lagi melainkan langsung dicetak.
  5. Proses pencetakan.  Pada umumnya pencetakan masih dilakukan secara manual dengan bantuan pola cetakan dari bambu atau potongan pipa pralon. Agar hasil cetakan rapi dan seragam ukurannya, perlu dicetak dengan alat khusus seperti Alat Cetak Rengginang Multiguna ini. Gunakan Sedikit Minyak Goreng untuk melapisi alat  cetak agar tidak lengket. Selain minyak goreng, bisa juga digunakan air, tetapi penggunaan air yang berlebihan beresiko rengginang hancur pada saat digoreng. Jadi, sebaiknya gunakan minyak goreng saja.
  6. Rengginang cetak yang dihasilkan tersebut selanjutnya dijemur hingga kering (2-4 hari), tergantung kondisi cuaca. Agar proses pengeringan lebih cepat, dapat digunakan alat pengering pada suhu sekitar 60-70 oC. Dengan alat pengering, rengginang lebih cepat kering & siap digoreng dalam waku hanya 7 jam saja. 
  7. Proses terakhir adalah penggorengan dan pengemasan. Usahakan pengemasan yang menarik, diseal atau diikat dengan rapat agar tidak mlempem, lengkapi kemasan dengan informasi-informasi penting tentang produsen dan produk sesuai dengan persyaratan PIRT.
Bahan utama : Beras Ketan (beras ketan putih atau hitam)
Bumbu : Bawang, udang, trasi, gula pasir, garam, dan lainnya. Untuk bumbu yang ditambahkan, macam dan takarannya sangat tergantung pada rasa rengginang yang diinginkan. Dalam hal ini sangat tergantung dari kreativitas dan daya inovasi kita untuk menghasilkan rasa rengginang yang khas dan enak.
Contoh variasi Rasa rengginang yang telah diproduksi di pasaran adalah Rasa bawang, trasi, udang, gula merah coklat, manis gula merah, nangka, durian, melon, dan lainnya.

Untuk memperjelas uraian diatas, ilustrasi proses pembuatan rengginang beras ketan putih dapat dilihat pada Video pada halaman website ini. Demikian juga pada proses  penggorengannya. Semoga uraian diatas cukup jelas.