UNTUK INFORMASI & PEMESANAN HUBUNGI =

Priyanto Triwitono
0857 2904 1007

EMAIL : rengginang007@gmail.com

Whatsapp = 0857 2904 1007

Selasa, 23 Desember 2014

Hati-hati Modus Penipuan Via SMS

Mungkin juga termasuk anda para pembaca sekalian, saya juga sering mendapatkan SMS yang gak jelas siapa pengirimnya. Tapi feeling saya mengatakan ini SMS dengan motif penipuan. Pada intinya, mereka mengirimkan SMS pakai nomer tertentu, kemudian mereka meminta kita untuk menghubungi nomer HP tertentu yang ditunjuk. Saya yakin no HP yang ditunjuk adalah nomer sindikat mereka juga. Agar  SMS seperti ini tidak memakan korban, saya sengaja membaginya via website ini sebagai peringatan dan pembelajaran kita semua. Seperti apakah SMS tersebut, berikut beberapa yang sempat saya simpan.....

"Selamat Siang, Saya ,Prof.Iwan Dwi Prahasto, (WR 1 UGM) , Ada Undangan Rakernas Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidikan Dari DITJEN DIKTI, Untuk ,Ir.Priyanto Triwitono,MP, No.Peserta 9998355 Yg Akan Di Laksanakan Pada Tgl 13-14 Desember 2014 Di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Seluruh Biaya Transportasi Dan Akomodasi Di Tanggung Oleh Penyelenggara Yaitu DITJEN DIKTI Rp.7jt Utk Masing-Masing Peserta. Utk Penerimaan Dana Transportasinya Hrap Di Hbungi Skrng Jg Ke Bendahara Skaligus Ketua Panitia Penyelenggara Yaitu Prof.Purwanto,MM, Di 081219680933, Di Hbungi Skrng Jg Sudah Di Tnggu,Maaf Sy hanya SMS Soalnya Saat Ini Sy Msih Ada Acra Kluarga Di Luar Kota, Jdi Undangannya Bisa Di Ambil Hari Jumat Di Ruangan Sy, Tks."

ada lagi yang seperti ini......
"Sya pak Hery Hidayat dri Ditjen Dikti. Ada und. Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen akan kmi kirim via email. Harap alamat emailx segera di sms. Terima kasih."

Ada lagi yang versi Asuransi.....
"MAAF penyetoran ansuran nya kalau mau di bayar hrp tlp dlu atasan saya Bpk YANTO dari Finance , NO.085697129707 sdh di kuasakan terima kasih"

Ada lagi yang seperti ini....
"Pembyran mau di trnsfr lwt apa atau tlpn dulu di no ini 0818218402 Tks."

Kalau dipikir-pikir, kasihan sekali para penipu ini.... hidup sekali disia-siakan menjadi penipu. Anak istrinya atau minimal dirinya sendiri dihidupi dengan cara kotor, memalukan, merugikan orang lain dan tidak berkah. Kasihan sekali dirimu wahai para penipu.... 

0 komentar:

Posting Komentar